Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) merumuskan empat langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kebijakan ini merupakan hasil dari Rapat Koordinasi Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Bappeda se-Indonesia yang digelar beberapa waktu lalu di Jatinangor, Jawa Tengah.
Empat langkah strategis tersebut meliputi:
1. Optimalisasi belanja daerah melalui percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);
2. Inovasi sumber pendapatan asli daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat;
3. Pemanfaatan program strategis nasional (PSN) sebagai peluang pertumbuhan ekonomi daerah; serta
4. Peningkatan peran swasta melalui penyederhanaan dan kemudahan proses perizinan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Togap Simangunsong, saat memimpin Diseminasi Hasil Rakor Sekda dan Kepala Bappeda se-Indonesia Terkait Sinergitas Kebijakan Nasional, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat.
“Peran Pemprov adalah menyukseskan program nasional yang ada di Provinsi Sumut. Sekitar 90 persen kebijakan itu sudah terlaksana di Sumut. Ini karena kepiawaian tim dan perencanaan yang dipimpin oleh Bappelitbang serta bagian perencanaan di masing-masing OPD. Saya rasa semuanya sudah cukup terakomodir,” ujar Togap.
Lebih lanjut, Togap menyampaikan bahwa sejak dirinya menjabat sebagai Sekda, ia telah mengunjungi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut untuk memastikan pelayanan publik dan kinerja ASN berjalan optimal.
Dalam setiap kunjungan, Togap menekankan pentingnya kedisiplinan, kekompakan, dan profesionalisme ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, seiring dengan peningkatan tunjangan kinerja yang diterima.
Selain itu, Togap juga memantau potensi peningkatan PAD, termasuk melalui evaluasi terhadap retribusi daerah yang belum disesuaikan dengan kondisi ekonomi terkini. Ia mencontohkan sejumlah aset Pemprov yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber PAD baru, seperti tiket masuk kolam renang, Stadion Utama Sumatera Utara, Medan Club, lapangan milik Satpol PP, hingga aset Dinas Sosial.
“Kami juga terus mendorong optimalisasi PAD melalui retribusi BUMD dan pengelolaan aset daerah secara produktif,” jelasnya.
Lebih jauh, Togap menegaskan bahwa Pemprov Sumut akan terus melakukan sinkronisasi pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Sumut. Beberapa di antaranya adalah program swasembada pangan, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, program makan bergizi gratis (MBG), serta pembangunan tiga juta rumah.
“Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memutar roda perekonomian daerah lebih cepat, sehingga pertumbuhan ekonomi Sumut semakin kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan strategi yang terarah dan sinergi lintas sektor, Pemprov Sumut optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kontribusi Sumatera Utara terhadap ekonomi nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar