Selasa, 07 April 2026

Program Berobat Gratis Sumut Berkah Terbukti Berjalan Baik Sejak Diluncurkan

EM Bukit MKes - Rabu, 22 Oktober 2025 07:05 WIB
Program Berobat Gratis Sumut Berkah Terbukti Berjalan Baik Sejak Diluncurkan
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Faisal Hasrimy memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelaksanaan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah di Kantor Dinas Kesehatan Sumut, Medan, Senin (20/10/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas atau Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah yang diluncurkan oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution terus menunjukkan hasil positif. Sejak diluncurkan beberapa waktu lalu, layanan kesehatan gratis tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh wilayah Sumut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Faisal Hasrimy mengatakan, pada awal peluncuran sempat terjadi lonjakan masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut. Namun situasi itu berhasil diatasi dengan baik oleh seluruh fasilitas kesehatan bersama BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah, sejak dicanangkan oleh Bapak Gubernur Sumut, Probis di Sumut berjalan dengan baik. Walaupun pada minggu pertama memang terjadi lonjakan pasien seperti yang diprediksi Pak Gubernur, tetapi berkat pendampingan kita bersama BPJS serta edukasi yang terus-menerus kepada seluruh rumah sakit di Sumut, kini layanan sudah berjalan normal,” ujar Faisal kepada wartawan di Kantor Dinas Kesehatan Sumut, Senin.

Faisal menegaskan, sebagaimana arahan Gubernur Bobby Nasution, tidak boleh ada rumah sakit yang menolak pasien. Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan, terutama terkait ketersediaan kamar bagi pasien.

“Rumah sakit wajib menyiapkan minimal 30 persen kamar kelas tiga. Jadi seharusnya tidak ada alasan menolak pasien. Kalau kamar sudah penuh, bisa dinaikkan kelasnya, sesuai kesepakatan dengan BPJS,” jelasnya.

Untuk memastikan kebijakan itu berjalan baik, Pemprov Sumut telah menugaskan penanggung jawab di setiap rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diberikan kelonggaran waktu administrasi hingga tiga kali 24 jam agar proses pelayanan tidak terhambat.

Lebih lanjut, Pemprov Sumut melalui Dinas Kesehatan juga telah membentuk tim pengendali mutu layanan, yang bertugas turun langsung ke lapangan apabila ditemukan pengaduan dari masyarakat.

“Ketika muncul masalah, tim langsung turun ke lapangan. Misalnya saat ada perselisihan antara pasien dan tenaga kesehatan, tim akan memediasi dan memberi rekomendasi perbaikan. Bila perbaikan tidak dilakukan dalam waktu yang diberikan, kita sarankan pemutusan kerja sama rumah sakit dengan BPJS,” kata Faisal.

Faisal juga mengimbau peserta mandiri BPJS agar tetap aktif membayar iuran. Ia menjelaskan, konsep UHC Prioritas merupakan bentuk gotong royong antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat peserta mandiri untuk memastikan seluruh warga mendapatkan jaminan kesehatan.

“Dalam skema pembiayaan, Pemprov Sumut menanggung 20 persen, sedangkan kabupaten/kota menanggung 80 persen. Jadi UHC Prioritas tidak hanya soal cakupan, tetapi juga keaktifan membayar iuran,” pungkasnya.

Program Berobat Gratis Sumut Berkah menjadi salah satu program unggulan Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, yang menargetkan seluruh masyarakat Sumut terjamin akses layanan kesehatannya secara adil dan merata. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru