Sabtu, 11 April 2026

Sumut Surplus Produksi Beras dan Cabai Merah, Harga Pangan Diprediksi Stabil

Kamis, 09 Oktober 2025 04:14 WIB
Sumut Surplus Produksi Beras dan Cabai Merah, Harga Pangan Diprediksi Stabil
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut, Yusfahri Perangin-angin (tengah), bersama jajaran perangkat daerah memaparkan data surplus produksi beras dan cabai merah dalam Temu Pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (7/10/2025).
Medan (buseronline.com) - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan surplus produksi beras dan cabai merah sepanjang tahun 2025. Kelebihan produksi dua komoditas utama ini diyakini mampu menekan harga di pasaran dan membantu mengendalikan laju inflasi daerah.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Hortikultura Sumut, sepanjang Januari hingga September 2025, produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 2,7 juta ton atau setara 1,7 juta ton beras setelah dikonversi.

Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat Sumut yang berpenduduk sekitar 15 juta jiwa hanya sekitar 1,2 juta ton per tahun, sehingga masih terdapat surplus cukup besar.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut, Yusfahri Perangin-angin, dalam Temu Pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Aula Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa.

“Pada Oktober ini, produksi GKG mencapai 278 ribu ton. Jika dikonversi ke beras, produksinya sekitar 145 ribu ton, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat 145,5 ribu ton. Artinya, ada surplus sekitar 100 ribu ton untuk bulan ini,” jelasnya.

Selain beras, Sumut juga mencatat surplus pada komoditas cabai merah. Sepanjang Januari hingga September 2025, produksi cabai merah mencapai 183 ribu ton, sementara kebutuhan masyarakat hanya sekitar 91 ribu ton.

Rata-rata konsumsi cabai merah masyarakat Sumut diperkirakan 4-5 kilogram per kapita per tahun. “Sumut memiliki banyak daerah sentra produksi cabai merah seperti Kabupaten Karo, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Batubara, Dairi, dan Simalungun. Jadi secara produksi, kita sebenarnya surplus,” ujar Yusfahri.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah panen yang tidak merata, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) berkolaborasi dengan Perum Bulog Kanwil Sumut menggelar Gerakan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut Fitra Kurnia mengatakan, Pemprov Sumut telah menyalurkan 147.750 ton beras SPHP kepada masyarakat melalui kegiatan Pasar dan Pangan Murah yang berlangsung pada 25 Agustus hingga 12 September 2025.
“Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, menyebut harga komoditas seperti cabai merah masih ditentukan mekanisme pasar. Sebagian pasokan cabai merah Sumut dipasarkan ke provinsi lain seperti Riau, Sumatera Barat, dan Aceh.

“Untuk itu, Pemprov Sumut melakukan kerja sama antar daerah dalam pembelian dan pendistribusian cabai merah, baik ke dalam maupun keluar provinsi. Pemprov juga segera memangkas rantai distribusi yang dianggap terlalu panjang,” katanya.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto menambahkan, panen padi dan cabai yang tidak merata serta gangguan hama sempat memicu kelangkaan pasokan di beberapa daerah. Namun, pihaknya optimistis pasokan akan kembali stabil menjelang akhir Oktober.

“Biasanya di akhir tahun terjadi peningkatan permintaan karena adanya berbagai perayaan hari besar. Meski begitu, Bulog tetap berkomitmen mendistribusikan bantuan beras ke seluruh wilayah Sumut,” ungkapnya.

Dengan capaian surplus tersebut, Pemprov Sumut optimistis harga beras dan cabai merah akan tetap stabil hingga akhir tahun, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah. (P3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru