Sabtu, 11 April 2026

Pemprov Sumut Gelar Pasar Murah di 524 Titik untuk Tekan Inflasi

Kamis, 09 Oktober 2025 04:07 WIB
Pemprov Sumut Gelar Pasar Murah di 524 Titik untuk Tekan Inflasi
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Hutagalung, bersama jajaran perangkat daerah memaparkan langkah pengendalian inflasi daerah dalam Temu Pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (7/10/2025).
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bekerja sama dengan 33 kabupaten/kota serta berbagai instansi terkait menggelar Gerakan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 524 titik yang tersebar di seluruh daerah.

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi yang belakangan meningkat di Sumut.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Hutagalung mengatakan kegiatan pasar murah diharapkan mampu menekan harga bahan pokok yang menjadi penyumbang utama inflasi.

“Gerakan pangan dan pasar murah sampai hari ini masih berlangsung, dimulai sejak bulan Agustus. Selain gerakan itu, kita juga sudah menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengantisipasi laju pertumbuhan inflasi di Sumut,” ujar Poppy usai Temu Pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Aula Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa.

Berdasarkan data, tingkat inflasi Sumut (yoy) pada September 2025 mencapai 5,32%, naik dari 4,42% pada Agustus 2025. Angka tersebut merupakan yang tertinggi secara nasional, jauh di atas inflasi nasional sebesar 2,65%.

Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi yakni cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, bawang merah, bawang putih, beras, daging ayam, dan emas perhiasan.

Pemprov Sumut juga memperketat pengawasan rantai distribusi dan menjaga ketersediaan pasokan, terutama untuk komoditas strategis seperti cabai merah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM Sumut, Fitra Kurnia, menjelaskan jalur distribusi dari petani hingga konsumen masih cukup panjang, sehingga memengaruhi harga di pasaran.

“Distribusi hasil pertanian yang panjang menjadi salah satu penyebab harga di tingkat konsumen tinggi. Maka dari itu, kita berupaya memperpendek rantai pasok agar harga lebih stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota, serta TNI dan Polri dalam pelaksanaan gerakan pangan dan pasar murah terus diperkuat.

Menurutnya, Bulog menjalankan dua program utama untuk menjaga stabilitas harga pangan. Program pertama adalah bantuan pangan, yang jumlah penerimanya naik dari 832.772 keluarga menjadi 844.696 keluarga penerima manfaat.

Bantuan tersebut disalurkan ke seluruh 33 kabupaten/kota dengan pasokan beras yang telah disiapkan di 18 gudang Bulog. “Bantuan pangan ini sudah berjalan, dan pasokan beras Bulog siap untuk disalurkan ke seluruh daerah,” jelas Budi.

Program kedua yaitu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Tahun ini, total penyaluran SPHP ditargetkan mencapai 89.861 ton, dan hingga saat ini telah terealisasi 30,4% atau 27.500 ton.

Budi menambahkan, gerakan pangan dan pasar murah menjadi wadah penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan pemerintah kepada warga berpenghasilan rendah.

“Program ini bukan hanya menekan inflasi, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” tuturnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor antara Pemprov Sumut, Bulog, pemerintah kabupaten/kota, serta TNI dan Polri, diharapkan harga bahan pokok dapat segera stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan inflasi. (P3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru