Medan (buseronline.com) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Utara (Sumut) terus gencar mendukung program penghapusan zero dose, yakni balita yang belum menerima imunisasi dasar. Berkat upaya intensif ini, peringkat Sumut dalam jumlah anak zero dose menurun drastis dari posisi ketiga menjadi posisi 12 nasional.
Ketua TP PKK Sumut, Kahiyang Ayu, menyampaikan optimisme atas keberhasilan tersebut saat meninjau imunisasi gratis di Halaman Kantor UPT Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumut, Jalan Kapten Sumarsono Nomor 1 Medan, Sabtu.
“Zero dose harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak boleh membiarkan ada anak yang tertinggal dari hak dasarnya untuk sehat,” ujar Kahiyang. Ia menekankan peran aktif kader PKK hingga tingkat desa dan kelurahan dalam menyosialisasikan manfaat imunisasi bagi tumbuh kembang anak.
Program imunisasi ini dijalankan selama lima hari. Kahiyang mengimbau orang tua untuk memanfaatkan layanan gratis ini dan berjanji program akan dilanjutkan agar Sumut benar-benar bebas dari zero dose.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Hamid Rijal, mengungkapkan penurunan angka zero dose secara signifikan. Awal tahun lalu, Sumut masih berada di peringkat ketiga nasional terkait balita yang belum menerima imunisasi dasar, namun kini turun ke posisi 12.
“Alhamdulillah, saat ini kita sudah berada di peringkat ke-12 secara nasional. Artinya, jumlah balita yang belum mendapatkan imunisasi dasar semakin sedikit,” kata Hamid. Meski demikian, ia menekankan bahwa masih ada anak-anak yang perlu mendapatkan perlindungan dari penyakit menular.
Penurunan peringkat ini tidak lepas dari konsolidasi intensif TP PKK Sumut dengan tiga kabupaten/kota prioritas, yakni Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, dan Kabupaten Simalungun.
Untuk Kota Binjai, intervensi dilakukan langsung oleh PKK Pusat. Kolaborasi ini mempercepat cakupan imunisasi dasar demi memastikan setiap anak memperoleh hak kesehatan sejak dini.
Upaya bersama antara pemerintah daerah, kader PKK, tenaga kesehatan, dan kesadaran masyarakat diharapkan terus meningkatkan cakupan imunisasi, sehingga Sumut dapat menjadi provinsi yang bebas dari anak zero dose di masa mendatang. (R)
beritaTerkait
komentar