Selasa, 12 Mei 2026

RS Adam Malik Lakukan Operasi Bedah Otak Perdana Pasien Anak Moyamoya

Minggu, 28 September 2025 10:14 WIB
RS Adam Malik Lakukan Operasi Bedah Otak Perdana Pasien Anak Moyamoya
Tim dokter RS Adam Malik Medan bersama RS Pusat Otak Nasional melakukan operasi Cerebral Bypass Surgery perdana terhadap pasien anak penderita moyamoya, Sabtu (27/9/2025).
Medan (buseronline.com) - Rumah Sakit Adam Malik, Medan, berhasil melakukan operasi bedah otak atau Cerebral Bypass Surgery perdana terhadap pasien anak penderita penyakit moyamoya, Sabtu.

Operasi ini dilakukan melalui layanan intervensi bedah stroke dalam program proctorship bekerja sama dengan RS Pusat Otak Nasional (PON) Prof Dr dr Mahar Mardjono Jakarta, selaku rumah sakit pengampuan nasional layanan stroke.

Direktur Pelayanan Klinik Kementerian Kesehatan, dr Obrin Parulian MKes, menjelaskan operasi tersebut bertujuan memperbaiki kondisi pembuluh darah di otak pasien agar lebih sehat, sehingga anak dapat kembali bersekolah dan tumbuh kembangnya optimal.

“Moyamoya ini penyakit bawaan sejak lahir, makanya penting bagi masyarakat untuk diedukasi. Skrining sejak dini sangat diperlukan agar penanganannya tepat,” ujar Obrin.

Menurut Obrin, RS Adam Malik menjadi rumah sakit kedelapan di Indonesia yang sudah melakukan operasi Cerebral Bypass. Pemerintah menargetkan pada 2027 seluruh provinsi mampu melaksanakan tindakan bedah otak serupa secara mandiri.

Direktur Utama RS Adam Malik, dr Zainal Safri MKed (PD) SpPD-KKV SpJP (K), menegaskan kesiapan tim dokter bedah saraf sudah sangat baik. Namun, karena kasus moyamoya belum pernah ditangani sebelumnya, maka pelaksanaan operasi didampingi langsung tim RS PON.

“Tim kita mumpuni, hanya saja kasus ini baru pertama kali. Dengan kolaborasi bersama RS PON, ke depan diharapkan bisa kita tangani secara mandiri,” kata Zainal.

Sementara itu, Direktur RS PON, dr Adin Nulkhasanah SpS MARS, menyebut kasus moyamoya awalnya dianggap jarang di Indonesia. Namun, setelah kapasitas diagnosis meningkat, ditemukan cukup banyak kasus di tanah air.

“Banyak anak-anak dan dewasa tanpa riwayat hipertensi bisa stroke berulang, ternyata moyamoya. Kalau diketahui sejak dini dan ditangani di RS yang bisa melakukan bypass, risiko komplikasi jauh lebih rendah,” jelasnya.

Hingga kini, RS PON sudah menangani 115 pasien operasi Cerebral Bypass, dengan pasien termuda berusia 3 tahun. Adin berharap RS Adam Malik nantinya bisa menjadi rumah sakit pengampu bagi wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.

Gubernur Sumut Bobby Nasution, melalui Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Sumut sebagai lokasi pelaksanaan operasi ini. Ia menegaskan komitmen Pemprov Sumut memperkuat layanan kesehatan, khususnya dalam menghadapi stroke yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi.

“Kami mendukung penuh pencegahan dan penanganan stroke. Tidak boleh ada masyarakat tertunda pengobatannya karena kendala biaya. Kesehatan adalah hak dasar,” tegas Faisal.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono turut menekankan pentingnya layanan ini. Menurutnya, stroke merupakan tantangan kesehatan global yang perlu mendapat perhatian serius.

“Setiap lima detik, ada satu orang meninggal karena stroke. Data Riskesdas menunjukkan tren peningkatan signifikan di Indonesia, sehingga layanan bedah otak seperti ini menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan operasi perdana ini, RS Adam Malik menegaskan langkah besar dalam memperluas layanan kesehatan otak di Sumut, sekaligus menjadi tonggak baru dalam penanganan kasus stroke dan penyakit moyamoya di Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Bareskrim Polri Bongkar Judi Online Internasional di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan
Presiden Prabowo Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Wabup Taput Serahkan KKS dan Buka Rekening Kolektif PKH-Sembako Tahap I 2026
Menkes Instruksikan Revisi Regulasi Internsip Kedokteran, Berlaku Mulai Mei 2026
Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Pentingnya Akurasi Data Sensus Ekonomi 2026
Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru