Minggu, 12 April 2026

Wali Kota Medan Tegaskan Pemko Buka Diri terhadap Imigran, Utamakan Keamanan Warga

Rabu, 17 September 2025 02:00 WIB
Wali Kota Medan Tegaskan Pemko Buka Diri terhadap Imigran, Utamakan Keamanan Warga
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima perwakilan UNHCR dan IOM di Balai Kota Medan, Senin (15/9/2025).
Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Pemerintah Kota Medan membuka diri secara kemanusiaan terhadap keberadaan imigran pencari suaka.

Namun, ia menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan warga, khususnya yang tinggal di sekitar lokasi penampungan, tetap menjadi prioritas utama.

Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima kunjungan perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM) di Balai Kota Medan, Senin.

Tercatat saat ini ada sekitar 1.200 imigran dari berbagai negara yang ditampung di sejumlah lokasi di Kota Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Rico didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan HM Sofyan, Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kaban Kesbangpol Andi Mario Siregar, serta Kadis P3AMP2KB Edliaty.

Rico menegaskan tidak ingin kasus penolakan warga terhadap imigran yang sempat terjadi di Aceh terulang di Medan.

“Penanganan imigran harus dilakukan secara humanis dan baik. Saya meminta UNHCR dan IOM untuk menjalin koordinasi erat dengan perangkat daerah terkait,” tegasnya.

Protection Associate UNHCR, Oktina Hafanti menjelaskan jumlah imigran di Kota Medan saat ini mencapai 1.200 orang. Mereka berasal dari Afghanistan, Irak, Iran, Sudan, Pakistan, dan Somalia.

“Sebagian besar sudah 10 tahun berada di Medan. Mayoritas berasal dari Somalia dan berharap mendapat suaka ke negara ketiga seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Kanada,” katanya.

Menurut Oktina, lamanya para imigran menetap di Medan disebabkan belum ada negara ketiga yang bersedia menerima mereka. Bahkan, Amerika Serikat telah menutup kedatangan imigran baru.

“Kalaupun ada negara yang membuka kesempatan, imigran harus memiliki keterampilan,” ujarnya.

Sebagai upaya alternatif, UNHCR menawarkan dua program, yakni Private Sponsorship dan Talent Beyond Boundaries (TBB).

Private Sponsorship memungkinkan keluarga imigran di luar negeri untuk mensponsori kepulangan mereka, sementara TBB memberi kesempatan bagi imigran dengan keahlian khusus untuk disalurkan ke negara yang membutuhkan tenaga kerja.

Sementara itu, perwakilan IOM, Kathleen Lina menyampaikan bahwa biaya tempat tinggal dan kebutuhan hidup para imigran selama berada di Medan ditanggung oleh IOM. “Imigran dewasa mendapat Rp1.750.000 per bulan, sedangkan anak-anak Rp800.000,” ungkapnya.

Kathleen menambahkan, IOM telah hadir di Medan sejak 2005 dan saat ini imigran ditampung di 12 lokasi berbeda di kota tersebut. (P3)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru