Minggu, 12 April 2026

Gubernur Bobby Nasution Tegaskan Tiga Langkah Strategis Atasi Hama Lalat Buah

Rabu, 27 Agustus 2025 10:21 WIB
Gubernur Bobby Nasution Tegaskan Tiga Langkah Strategis Atasi Hama Lalat Buah
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memimpin Rapat Koordinasi Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (25/8/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, menegaskan keseriusannya dalam menangani hama lalat buah, khususnya pada tanaman jeruk. Penanganan ini difokuskan pada tiga hal utama: pengumpulan data petani dan lahan, implementasi teknologi pengendalian hama, serta pendanaan bagi petani.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Senin, Bobby meminta kabupaten penghasil jeruk, seperti Karo, Simalungun, Dairi, Pakpak, dan Tapanuli Utara, menyiapkan data akurat terkait luas lahan dan jumlah petani. Data ini menjadi dasar bagi Pemprov Sumut untuk merumuskan kebijakan yang tepat.

“Ini tiga hal yang perlu kita kerjakan. Sudah ada porsinya masing-masing: pemerintah daerah, provinsi, dan mitra kita. Action-nya harus tepat, terutama data, karena kita akan bergerak dari situ,” kata Bobby.

Bobby menambahkan, Pemprov Sumut akan melakukan intervensi langsung dalam satu bulan ke depan. “Semua kegiatan ini harus dikerjakan benar-benar di lapangan, dibuat programnya, legalitasnya jelas, dan kita akan intervensi satu bulan ke depan,” tegasnya.

CEO PT Agrari, Robertus Theodore, menjelaskan bahwa salah satu masalah utama petani jeruk saat ini adalah pendanaan. Banyak petani terlilit hutang sehingga kebun terbengkalai atau beralih ke tanaman lain.

“Tidak sedikit petani jeruk yang kesulitan, terlilit hutang, tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank karena pembayaran mandek, dan jeruk mereka juga mengalami kerugian. Kita bersama Pak Gubernur ingin menyelesaikan masalah ini,” kata Robertus.

Robertus menambahkan, skema pengendalian lalat buah yang diterapkan di Liang Melas Datas (LMD), Karo, berhasil dan diharapkan bisa diterapkan di daerah lain. “Kalau tidak dilakukan secara serius di satu kawasan, jeruk Karo bisa punah seperti jeruk daerah lainnya,” ujarnya.

Bupati Karo, Antonius Ginting, menyebut lahan kebun jeruk yang aktif kini tinggal 4.841 hektare, padahal beberapa tahun lalu mencapai 20.000 hektare. Ia menegaskan akan melakukan kategorisasi lahan agar metode pengendalian lalat buah dapat diterapkan secara efektif.

“Ini data real perkebunan jeruk yang masih aktif. Kita akan kembali kategorikan mana saja yang perlu diterapkan metode ini, ada indikator yang harus dipenuhi agar penanganan lalat buah bisa selesai,” kata Antonius.

Hadir dalam Rakor ini antara lain Bupati Dairi Vickner Sinaga, Wakil Bupati Pakpak Mutsyuhito Solin, serta perwakilan daerah lainnya. Turut hadir juga Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut, Rajali, beserta OPD terkait.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemprov Sumut berharap penanganan hama lalat buah jeruk dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kelangsungan komoditas unggulan daerah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru