Minggu, 12 April 2026

Sumut Catat Prestasi Tertinggi Nasional dalam Penurunan Zero Dose

Sabtu, 23 Agustus 2025 07:19 WIB
Sumut Catat Prestasi Tertinggi Nasional dalam Penurunan Zero Dose
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, H Muhammad Faisal Hasrimy AP MAP.
Medan (buseronline.com) - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berhasil mencatat capaian tertinggi di tingkat nasional dalam upaya menurunkan angka anak tanpa imunisasi atau zero dose. Sejak digulirkannya kampanye imunisasi PENARI pada April 2025, lebih dari 26 ribu anak di Sumut telah mendapatkan vaksin, termasuk sekitar 8.700 anak yang sebelumnya sama sekali belum pernah diimunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, H Muhammad Faisal Hasrimy AP MAP, mengungkapkan bahwa meskipun target penurunan zero dose pada tahun 2024 belum sepenuhnya tercapai secara merata di seluruh kabupaten/kota, posisi Sumut tetap menempati peringkat terbaik di Indonesia dalam program tersebut.

“Yang paling kita kejar adalah anak-anak yang sama sekali belum pernah diimunisasi. Pengalaman adanya KLB (kejadian luar biasa) campak beberapa waktu lalu menjadi pengingat penting. Anak yang divaksin memang bisa tertular, tapi kondisinya jauh lebih ringan dibandingkan dengan mereka yang tidak diimunisasi sama sekali,” jelas Faisal saat memberikan keterangan, Selasa (19/8/2025).

Menurut data Dinkes Sumut, hingga kini masih ada sekitar 95 ribu anak di provinsi ini yang belum mendapat imunisasi dasar lengkap. Untuk mempercepat cakupan vaksinasi, Pemprov Sumut menggandeng berbagai pihak, mulai dari Tim Penggerak PKK, tenaga kesehatan, hingga tokoh agama.

“PKK memiliki peran kunci. Dengan jaringan kader di desa dan posyandu, mereka bisa mendata balita, mengingatkan, dan mendorong orang tua agar membawa anak ke puskesmas atau posyandu,” tambahnya.

Selain itu, Dinkes Sumut juga menggandeng Kanwil Kementerian Agama untuk memperkuat strategi percepatan vaksinasi. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah kewajiban melampirkan Kartu Identitas Anak (KIA) saat pendaftaran PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

“Namun kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk menghambat. Kalau ada anak yang belum punya KIA, kita bantu proses penerbitan sekaligus cek status imunisasi. Jika ditemukan belum divaksin, langsung kita fasilitasi imunisasi,” terang Faisal.

Lebih jauh, pemerintah daerah juga mendorong agar anggaran desa mengakomodasi dukungan bagi program imunisasi, termasuk pemberian insentif bagi keluarga kurang mampu. Bentuknya bisa berupa sembako sebagai penghargaan bagi orang tua yang tetap meluangkan waktu membawa anak mereka untuk divaksin.

Faisal menekankan, kendala utama yang masih dihadapi bukanlah penolakan masyarakat terhadap vaksin, melainkan rendahnya kesadaran dan faktor keterbatasan akses. Oleh karena itu, pendekatan jemput bola terus dilakukan dengan melibatkan kader PKK serta tenaga kesehatan yang turun langsung ke desa-desa.

“Di daerah pedalaman, nakes bersama kader PKK mendatangi rumah-rumah warga. Kader inilah garda terdepan kita,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Dinkes Sumut juga akan menggandeng tokoh agama dalam menyosialisasikan pentingnya imunisasi. Kerja sama resmi dengan Kanwil Agama direncanakan dalam bentuk MoU untuk memperkuat peran pemuka agama sebagai penyampai pesan kesehatan di tengah masyarakat.

“Masalah kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Tokoh agama, akademisi, pemerintah, media, hingga LSM perlu bersatu agar tidak ada lagi misinformasi soal vaksin. Imunisasi adalah benteng penting untuk melindungi generasi masa depan,” tegas Faisal.

Dengan langkah kolaboratif ini, Sumatera Utara optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai provinsi dengan capaian imunisasi tertinggi sekaligus menekan angka anak zero dose secara signifikan. (P3)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru