Medan (buseronline.com) - Pemerintah pusat terus mempercepat penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai langkah strategis untuk menekan laju inflasi dan menjaga kestabilan harga pangan, khususnya beras, di pasaran.
Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara virtual, Selasa. Kegiatan ini turut diikuti Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya bersama jajaran Kementerian Dalam Negeri, Perum Bulog, serta pemerintah daerah.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa kenaikan harga pangan belakangan ini cukup memengaruhi Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah. Dari 14 provinsi yang tercatat berkontribusi, Sumut menjadi penyumbang terbesar dengan persentase mencapai 3,58%.
“Beras menjadi komoditas yang paling dominan mengalami kenaikan. Ini harus segera dicarikan solusi agar tidak semakin membebani masyarakat,” ujar Tomsi.
Ia juga mengingatkan Bulog agar mempercepat realisasi target distribusi beras SPHP, yakni 16% setiap enam bulan. Namun hingga saat ini, realisasi masih berada di angka 2,94%.
“Penyaluran beras SPHP ini harus digenjot sesuai target. Kami juga meminta dukungan pemerintah daerah untuk memperlancar distribusinya sehingga harga beras bisa terkendali,” tegasnya.
Selain itu, Tomsi menekankan pentingnya distribusi beras SPHP menjangkau pasar tradisional, bukan hanya ritel modern. Dengan begitu, masyarakat luas dapat membeli beras dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Rini Andrida, melaporkan bahwa hingga periode Juli–Desember 2025, Bulog telah menyalurkan sebanyak 38.811 ton beras SPHP ke berbagai daerah.
“Selain menyalurkan melalui pasar tradisional dan ritel modern, Bulog juga melakukan canvassing langsung ke sejumlah pasar di seluruh wilayah Indonesia. Direksi Bulog juga turun ke lapangan bekerja sama dengan Pemda, TNI, dan Polri untuk menjual beras murah ke masyarakat,” jelas Rini.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap harga beras dapat kembali stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman inflasi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar