Minggu, 12 April 2026

Dinas Ketapang dan Hortikultura Sumut Didorong Lakukan Inovasi Berkelanjutan

Sabtu, 16 Agustus 2025 10:14 WIB
Dinas Ketapang dan Hortikultura Sumut Didorong Lakukan Inovasi Berkelanjutan
Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut di Jalan Jenderal Besar AH Nasution Medan, Kamis (14/8/2025).
Medan (buseronline.com) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut), Togap Simangunsong, meminta Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut untuk terus berinovasi dalam program diversifikasi pangan. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan kualitas gizi, ketahanan pangan, dan pemanfaatan potensi sumber daya pangan lokal yang beragam.

Permintaan tersebut disampaikan Togap saat berkunjung ke kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut di Jalan AH Nasution Medan, Kamis. Menurutnya, diversifikasi pangan merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan pangan sekaligus memanfaatkan kekayaan pangan lokal Indonesia.

Salah satu contoh komoditas yang bisa dikembangkan adalah talas (ubi), yang dapat menjadi alternatif pengganti beras. Tumbuhan ini mudah ditanam dan bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan.

“Pengganti karbohidrat ini juga menjadi makanan pokok di beberapa daerah, misalnya Sulawesi dan Papua. Kita bisa mengembangkan komoditi ini karena tumbuh mudah di daerah kita,” ujarnya.

Togap menekankan, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut harus tetap fokus menjalankan prioritas pekerjaan, mengingat pangan merupakan program strategis yang berdampak pada stabilitas politik, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Koridor kerja kita adalah mendukung visi misi pimpinan, baik gubernur/wakil gubernur maupun Presiden RI. Dinas yang menangani pangan saya minta fokus dalam menjalankan tugas dan prioritas itu,” ucapnya.

Selain itu, Sekdaprov mengingatkan pentingnya program intervensi untuk mencegah gejolak harga pangan di pasar, serta kesiapan dalam program makan gizi gratis (MBG) dari pemerintah pusat dengan memastikan ketersediaan pangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Rajali, memaparkan beberapa program prioritas yang telah dilakukan untuk mendorong peningkatan produksi pangan. Di antaranya penguatan pertanian berbasis komoditas unggulan, penyediaan benih unggul, perbaikan infrastruktur irigasi desa dan jalan usaha tani, serta penyediaan pupuk organik.

“Upaya kita adalah meningkatkan hasil pertanian dengan bantuan benih untuk petani. Kami juga menguatkan teknologi pertanian, modernisasi alat mesin pertanian, pengembangan petani muda melalui pelatihan, manajemen usaha tani, serta pendampingan berbasis teknologi,” ujar Rajali.

Ia menambahkan, kebutuhan untuk program MBG telah terpenuhi dari produksi pangan strategis. Namun, beberapa komoditas masih perlu ditingkatkan, seperti kedelai, bawang merah, dan kacang panjang.

Dengan inovasi dan penguatan program-program tersebut, diharapkan ketahanan pangan Sumut semakin kuat dan dapat mendukung program pemerintah pusat secara optimal. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
PSSI Gelar Program Coach Educator Development untuk Tingkatkan Kualitas Pelatih
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
komentar
beritaTerbaru