Minggu, 12 April 2026

Pengukuhan Ny Astita Effendi Napitupulu sebagai Bunda Literasi Toba, Tanamkan Budaya Baca Sejak Dini

Selasa, 05 Agustus 2025 14:16 WIB
Pengukuhan Ny Astita Effendi Napitupulu sebagai Bunda Literasi Toba, Tanamkan Budaya Baca Sejak Dini
Saat Ny Astita Effendi Napitupulu dikukuhkan menjadi Bunda Literasi Toba, Selasa (05/08/2025).
Balige (buseronline.com) - Komitmen memperkuat budaya literasi di Kabupaten Toba ditandai dengan pengukuhan Ny Astita Effendi Napitupulu sebagai Bunda Literasi Kabupaten Toba oleh Bupati Toba, Effendi Napitupulu, pada Selasa (5/8/2025). Pengukuhan ini berlangsung khidmat di Balai Data, Lantai IV Kantor Bupati Toba, Balige, disaksikan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan literasi.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Utara, Desni Maharani Saragih, menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi kecerdasan bangsa. Ia mengutip pepatah, “satu buku, satu pengetahuan”, sebagai pengingat bahwa setiap bacaan membuka jendela baru bagi pengetahuan dan kemajuan individu maupun masyarakat.

“Literasi adalah kunci utama kesuksesan. Masyarakat yang gemar membaca adalah masyarakat yang siap menghadapi tantangan zaman. Karena itu, membangun budaya baca sejak dini menjadi tanggung jawab bersama,” kata Desni.

Sementara itu, Kapolres Toba, AKBP V J Parapaga SIK, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar nilai perjuangan tokoh-tokoh seperti Nommensen dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak Batak dan masyarakat dari kawasan timur Indonesia, seperti Papua.

“Kita perlu menanamkan kebanggaan terhadap identitas budaya. Literasi bukan hanya soal membaca, tapi juga memahami akar dan sejarah yang membentuk kita,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Toba, Effendi Sintong Napitupulu, menyampaikan bahwa di era digital saat ini, minat membaca mulai tergeser oleh gawai dan media sosial. Ia berharap pengukuhan Bunda Literasi tidak hanya menjadi seremoni, melainkan dapat menjadi motor penggerak dalam membangun budaya membaca yang kuat di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Dengan dikukuhkannya Ibu Bupati sebagai Bunda Literasi, saya berharap ini bukan sekadar simbolis, melainkan mampu menjadi penggerak nyata dalam membangkitkan literasi di Toba,” tegasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, digelar talk show bertajuk “Literasi Keluarga”, yang menghadirkan Ny. Astita Effendi Napitupulu sebagai narasumber utama.

Dalam sesi ini, ia membagikan pengalamannya membangun kebiasaan membaca di rumah, mulai dari memperkenalkan komik dan buku cerita sejak anak-anak masih kecil, hingga menciptakan suasana yang mendorong anak untuk berdiskusi dan berpikir kritis.

“Literasi bukan sekadar bisa membaca, tapi bagaimana keluarga menjadi ruang pertama menumbuhkan minat baca dan membangun karakter anak-anak,” ujar Astita.

Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Toba diharapkan menjadi titik awal terbentuknya ekosistem literasi yang kuat di wilayah tersebut. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama memperluas akses terhadap bahan bacaan, menghidupkan kembali taman bacaan masyarakat, serta mendukung program-program literasi dari tingkat desa hingga kota.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menyukseskan visi Indonesia Emas 2045, mencetak generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tapi juga melek literasi, berpikir kritis, dan mencintai budaya baca. (Galung)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
PSSI Gelar Program Coach Educator Development untuk Tingkatkan Kualitas Pelatih
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
komentar
beritaTerbaru