Sabtu, 11 April 2026

Puskesmas Binjai Kota Lakukan Fogging di Wilayah Rawan Banjir untuk Cegah Penyebaran DBD

Selasa, 05 Agustus 2025 10:14 WIB
Puskesmas Binjai Kota Lakukan Fogging di Wilayah Rawan Banjir untuk Cegah Penyebaran DBD
Petugas dari Puskesmas Binjai Kota saat memfogging (pengasapan) dengan menyemprotkan pestisida murni di Jalan T Imam Bonjol, Kelurahan Setia Kecamatan Binjai Kota, Senin (04/08/2025).
Binjai (buseronline.com) - Untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Binjai Kota melakukan fogging atau pengasapan di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kecamatan Binjai Kota. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran adalah Jalan T Imam Bonjol, Kelurahan Setia, pada Senin.

Fogging dilakukan dengan menyemprotkan pestisida murni guna membasmi nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, vektor utama penularan DBD.

Kepala Puskesmas Binjai Kota, dr Arlina MKes, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah meningkatnya kasus DBD, terutama pada musim penghujan yang berpotensi menciptakan banyak genangan air—tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

“Fogging kali ini dilaksanakan di beberapa titik rawan banjir di setiap kelurahan. Selain itu, kami juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD,” ungkap Arlina.

Dalam kegiatan ini, pihak Puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pencegahan DBD dengan menerapkan pola 3M:

1. Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi dan ember,

2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti kendi dan drum, serta

3. Mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan, seperti kaleng dan ban bekas.

Selain itu, warga juga disarankan untuk menggunakan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dikuras, guna membunuh jentik nyamuk.

“Musim hujan sangat rawan memicu munculnya genangan air. Nyamuk penyebab DBD ini justru tidak berkembang biak di air kotor, melainkan di air bersih. Karena itu, lingkungan bersih belum tentu bebas dari risiko DBD,” jelasnya.

Arlina juga menegaskan bahwa pencegahan DBD memerlukan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, maupun warga.

“Kami terus menggencarkan sosialisasi. Jika ada gejala demam mendadak, segera periksa ke dokter atau Puskesmas terdekat. Penanganan dini sangat penting agar tidak terjadi komplikasi,” pungkasnya.

Kegiatan fogging dan edukasi ini diharapkan mampu menekan potensi penyebaran DBD di Kota Binjai, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dari sarang nyamuk. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pelaksanaan TKA SMP di Banten Lancar, Wamendikdasmen Apresiasi Sekolah
1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
TKA SMP/MTs Digelar, Siswa SMPLB Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
beritaTerbaru