Minggu, 12 April 2026

TP PKK Humbahas Dukung Penurunan Stunting Lewat Pertemuan DASHAT 2025

Jumat, 01 Agustus 2025 07:19 WIB
TP PKK Humbahas Dukung Penurunan Stunting Lewat Pertemuan DASHAT 2025
Ketua TP PKK Humbahas, Ny Erma Oloan P Nababan saat memberikan kata sambutan dalam Pertemuan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), di Aula Hutamas, Komplek Perkantoran Tano Tubu, Kecamatan Doloksanggul, Kamis (31/7/2025). (Dok/Kominfo)
Humbahas (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) menggelar Pertemuan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) tahun 2025 di Aula Hutamas, Komplek Perkantoran Tano Tubu, Kecamatan Doloksanggul, Kamis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam rangka percepatan penurunan stunting di wilayah Humbahas, khususnya melalui pemanfaatan pangan lokal dan edukasi gizi masyarakat.

Pertemuan turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Humbahas Ny Erma Oloan P Nababan, Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB Meldaria Lumbantoruan SKM, narasumber ahli gizi Tuty Hertati Purba, para petugas gizi puskesmas, kader Keluarga Berencana, kader DASHAT, serta perwakilan dari 83 desa Kampung Keluarga Berkualitas.

Dalam sambutannya, Ny Erma Oloan P Nababan menegaskan pentingnya peran TP PKK dalam mendukung keberhasilan program DASHAT, terutama melalui kegiatan edukasi gizi, pemanfaatan bahan pangan lokal, hingga pemberdayaan dasa wisma.

“Peran PKK sebagai ujung tombak pembangunan keluarga sangat penting, terutama dalam edukasi gizi, pendataan, dan kolaborasi lintas sektor. Kita perlu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pangan bergizi dan cara pengolahannya,” ujar Ketua TP PKK.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi pemaparan materi dari narasumber terkait penyusunan menu seimbang untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta teknik pelaksanaan DASHAT secara praktis di desa.

Menurut Ketua TP PKK, keberhasilan DASHAT tidak hanya dalam penyediaan makanan sehat, tetapi juga dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha olahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Ia mengajak semua peserta untuk bersama-sama menciptakan keluarga bebas stunting.

“Mari kita bekerjasama mengedukasi masyarakat agar dapat mengolah bahan pangan lokal dengan cara yang tepat, mudah, dan konsisten demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam laporan Plt Kadis Kesehatan P2KB yang dibacakan oleh Kabid P2KB Teofilus Rajagukguk, dijelaskan bahwa program DASHAT bertujuan menyediakan pangan sehat bagi keluarga berisiko stunting seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan calon pengantin. Selain itu, program ini juga meliputi distribusi makanan tambahan bergizi seimbang, pelatihan edukasi gizi, dan pembinaan kelompok usaha pangan berbasis kearifan lokal.

“DASHAT mendorong terbentuknya usaha keluarga berkelanjutan guna mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” jelas Teofilus.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Humbahas dan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga yang berisiko tinggi. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
PSSI Gelar Program Coach Educator Development untuk Tingkatkan Kualitas Pelatih
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
komentar
beritaTerbaru