Selasa, 07 April 2026

Pembukaan KKSU 2025, Bobby Nasution: UMKM Sumut Butuh Kerja Keras untuk Naik Level

Dirgahayu Ginting - Minggu, 20 Juli 2025 12:16 WIB
Pembukaan KKSU 2025, Bobby Nasution: UMKM Sumut Butuh Kerja Keras untuk Naik Level
Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Deputi Gubernur BI Destry Damayanti, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, dan Kepala BI Perwakilan Sumut Rudi B Hutabarat menyeduh kopi V60 saat membuka Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2025 di Tiara Convention
Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumut masih membutuhkan kerja keras dan kolaborasi untuk naik level. Hal ini disampaikannya saat membuka Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2025 di Tiara Convention Centre, Jalan Cut Mutia Nomor 1, Medan, Jumat.

Dalam sambutannya, Bobby membeberkan sejumlah data yang menunjukkan masih rendahnya pemanfaatan fasilitas dan teknologi oleh pelaku UMKM di Sumut. Ia menyebutkan, hanya 7,7% UMKM yang mengakses pembiayaan, 19% yang memanfaatkan teknologi, 3% yang masuk ke ekosistem digital, dan hanya 0,08% anak muda yang berwirausaha.

“Angka ini masih terlalu kecil. Kita perlu kerja keras dan kolaborasi untuk menaikkan level UMKM di Sumatera Utara. UMKM adalah motor penggerak ekonomi Indonesia, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Bobby.

Bobby juga menekankan pentingnya implementasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan UMKM, bukan hanya pada tataran wacana atau perencanaan. Ia menyebutkan, tidak semua negara memberikan perhatian serius terhadap UMKM, namun Indonesia telah menempatkan UMKM sebagai elemen penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Sekarang yang paling penting adalah implementasinya. Semua sepakat UMKM penting, tetapi yang menentukan adalah langkah nyata yang kita lakukan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti yang turut hadir dalam pembukaan KKSU 2025, menyampaikan bahwa proses menaikkan level UMKM bukanlah pekerjaan instan dan memerlukan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, literasi keuangan dan kapasitas manajerial UMKM juga harus diperkuat.

“Untuk mengakses pembiayaan, UMKM harus punya pembukuan yang rapi, memahami neraca perdagangan. Itu semua harus dibina. Dan ini tidak bisa hanya diserahkan ke pemerintah atau BI, tetapi kolaborasi semua pihak. Ini kerja kroyokan,” ujar Destry.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan BI Sumut Rudi B Hutabarat memaparkan bahwa tren pertumbuhan UMKM di Sumut menunjukkan arah yang positif. Hingga Juni 2025, nilai ekspor UMKM Sumut telah mencapai Rp49,6 M, dan ke depannya direncanakan ekspor produk UMKM senilai Rp10 M.

“UMKM Sumut makin berdaya saing, mulai sadar lingkungan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak juga semakin kuat. Potensinya luar biasa dan harus terus kita dukung,” ungkap Rudi.

Acara pembukaan KKSU 2025 berlangsung semarak dan unik. Para pejabat yang hadir, termasuk Gubernur Sumut, Deputi BI, Kepala BI Sumut, dan Ketua DPRD Sumut, menyeduh kopi V60 bersama sebagai simbol kolaborasi dan dukungan terhadap UMKM, khususnya pelaku kopi lokal. Mereka juga secara simbolis menyerahkan pembiayaan kepada UMKM binaan BI.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, unsur Forkopimda, perwakilan konsulat negara sahabat, sejumlah bupati dan wali kota se-Sumut, jajaran Bank Indonesia, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari Pemerintah Provinsi Sumut.

KKSU 2025 merupakan ajang tahunan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumut untuk mendorong promosi dan pemberdayaan UMKM lokal, sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan daerah di pasar domestik dan ekspor. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru