Sabtu, 11 April 2026

PKK Sumut Dorong Cakupan Imunisasi, Dukung Target Zero Dose

Sabtu, 28 Juni 2025 07:12 WIB
PKK Sumut Dorong Cakupan Imunisasi, Dukung Target Zero Dose
Para peserta dari TP PKK Sumut dan perwakilan instansi terkait menandatangani komitmen penguatan program imunisasi dalam rangka penurunan angka anak Zero Dose di Kota Binjai, Sumatera Utara, Kamis (26/6/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Binjai (buseronline.com) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara menyatakan komitmennya mendukung program imunisasi nasional, khususnya dalam penurunan angka anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar (zero dose) di wilayah Sumatera Utara.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Binjai, Kamis.

Staf Ahli I TP PKK Sumut, Titiek Sugiharti Surya, mewakili Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, menyampaikan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap anak untuk tumbuh sehat, kuat, dan terlindungi dari penyakit berbahaya.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif kader PKK dalam mengedukasi masyarakat.

“Imunisasi sangat penting bagi bayi dan anak. Tubuh mereka akan terjaga, tetap sehat dan terhindar dari penyakit infeksi berbahaya seperti tuberkulosis, hepatitis B, difteri, polio, dan campak,” kata Titiek Sugiharti.

Namun, menurutnya, masih banyak orang tua yang enggan memberikan imunisasi pada anak-anak mereka karena berbagai alasan seperti minimnya akses layanan, kesibukan, hingga kesalahpahaman mengenai bahaya vaksin.

“Melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat, khususnya para orang tua, bisa memahami betapa pentingnya imunisasi bagi anak. Kader PKK harus menjadi garda terdepan, turun langsung mendata bayi dan balita, serta mengedukasi keluarga sasaran secara dari pintu ke pintu,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga TP PKK Pusat, Yane Ardian Bima Arya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dan lembaga internasional Gavi, melalui program Zero-dose Immunization Program (ZIP).

Program ini menargetkan anak usia 12 bulan hingga 5 tahun yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar. Kota Binjai dipilih sebagai representasi dari Provinsi Sumatera Utara dalam pelaksanaan program ZIP yang juga berlangsung di empat provinsi lainnya, yaitu Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Papua Tengah.

“Anak-anak yang tidak diimunisasi memiliki risiko tinggi terjangkit penyakit seperti difteri, pertusis, dan tetanus. Hal ini tentu berpengaruh besar pada tumbuh kembang anak secara jangka panjang,” jelas Yane.

Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, menyambut baik pelaksanaan advokasi dan sosialisasi imunisasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Binjai telah mengambil berbagai langkah strategis untuk meningkatkan cakupan imunisasi, termasuk pemetaan anak-anak dengan status zero dose, penguatan layanan posyandu dan puskesmas, serta mendorong kolaborasi lintas sektor.

“Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap masyarakat Binjai agar anak-anak kita dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutur Amir.

Melalui kolaborasi antara PKK, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan angka zero dose di Sumatera Utara, khususnya di Kota Binjai, dapat ditekan secara signifikan guna mewujudkan generasi sehat, unggul, dan tangguh. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pelaksanaan TKA SMP di Banten Lancar, Wamendikdasmen Apresiasi Sekolah
1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
TKA SMP/MTs Digelar, Siswa SMPLB Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
beritaTerbaru