Medan (buseronline.com) - Sebanyak 31 anak Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) resmi dilepas oleh Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam kegiatan wisuda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Selasa. Anak-anak ini sebelumnya mendapatkan pengasuhan dan pendidikan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Sosial Anak Balita Medan, sebagai bentuk kepedulian negara terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Prosesi pelepasan yang berlangsung hangat ini ditandai dengan penyerahan sertifikat kelulusan dan ditutup dengan foto bersama, di mana tampak wajah-wajah ceria anak-anak mengenakan pakaian wisuda lengkap.
Sekretaris Dinas Sosial Sumut, Fachrizal Nasution, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pembinaan dan pengasuhan anak-anak PPKS ini merupakan komitmen nyata Pemprov Sumut dalam menjamin hak anak atas pendidikan dan kesejahteraan sosial.
“Pembinaan ini adalah bentuk kehadiran Pemprov Sumut yang menjamin anak-anak Sumut mendapat pendidikan. Semoga ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita ini,” ujar Fachrizal.
Ia juga menekankan bahwa dukungan yang diberikan tak hanya sebatas pendidikan formal, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian selama masa pengasuhan di UPTD.
Fachrizal berharap para anak asuh yang telah menyelesaikan PAUD ini dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa negara hadir dalam berbagai bentuk bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan program-program pendidikan lainnya yang bisa diakses masyarakat tidak mampu.
“Sekolah merupakan hak setiap anak. Karena itu, kita di Dinas Sosial Sumut juga membina anak-anak putus sekolah di UPTD di daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPTD Pelayanan Sosial Anak Balita Medan, Lily Maulina Lubis, mendampingi jalannya acara dan menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Dinas Sosial terhadap anak-anak binaan.
Kebahagiaan tak hanya dirasakan anak-anak yang diwisuda, tapi juga para wali mereka. Salah satunya German Habeahan, yang hadir mewakili cucunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan pendidikan yang telah diberikan kepada cucunya selama berada di UPTD.
“Terima kasih banyak atas dukungan dan kebijakan yang diberikan pada cucu kami. Ia bisa mendapat pendidikan dan bantuan lainnya. Kami tidak bisa membalas apa-apa selain mendoakan,” tuturnya penuh haru.
Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Sumut menunjukkan bahwa kehadiran negara untuk anak-anak yang membutuhkan tidak bersifat simbolik, melainkan nyata dan menyeluruh. Program pembinaan di UPTD menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumut dalam menjaga masa depan anak-anak kurang beruntung, agar mereka tetap memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita.
Kegiatan wisuda ini menjadi simbol bahwa setiap anak berhak bahagia, dihargai, dan didukung, tak peduli dari latar belakang manapun mereka berasal. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar