Balige (buseronline.com) - Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik XI Toba Hasundutan akan menggelar puncak perayaan Tahun Transformasi pada bulan November 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh rangkaian kegiatan tersebut, baik dalam bentuk kehadiran, fasilitas, maupun kolaborasi lintas sektor.
Hal itu mengemuka dalam audiensi antara Praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan, Pdt Marganda Lubis STh, bersama rombongan dengan Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus SH MSi, di Balige, Senin.
Dalam pertemuan tersebut, Pdt Marganda menjelaskan bahwa Tahun Transformasi HKBP Distrik XI Toba Hasundutan merupakan momentum pembaruan pelayanan gereja di tengah masyarakat. Ia memaparkan rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan, yakni Parheheon Parompuan (kegiatan perempuan) pada Mei, Parheheon Ama (kegiatan kaum pria) pada Agustus, dan puncaknya berupa pesta besar pada November mendatang.
“Kami sangat mengharapkan kehadiran Bupati dan Wakil Bupati pada puncak kegiatan nanti, bahkan kami berharap bisa menjadi narasumber dalam seminar yang akan digelar pada Parheheon Ama,” ujar St Mangapul Siahaan, anggota DPRD Toba yang turut hadir dalam audiensi.
Selain perayaan, HKBP Distrik XI juga menyampaikan sejumlah permohonan bantuan, antara lain dukungan terhadap Klinik Saroha di bawah Yayasan Sehati agar dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta kolaborasi Aids Ministry HKBP dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dalam memberikan pelatihan kepada para guru terkait pencegahan HIV/AIDS.
“Selama ini kami langsung ke siswa, tapi dari evaluasi kami hasilnya kurang maksimal. Kami ingin agar guru yang kami latih, sehingga mereka bisa menyampaikan langsung ke murid,” kata Diakones Melda Simanjuntak dari Aids Ministry HKBP.
Isu-isu sosial lain yang diangkat dalam audiensi meliputi perjudian online, kerusakan lingkungan, perdagangan manusia, dan penyalahgunaan narkoba. HKBP berharap bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan tersebut, utamanya melalui pendekatan edukatif dan pembinaan masyarakat.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Dalam berbagai kesempatan, Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan MST terus mengajak gereja untuk berperan aktif menghijaukan lingkungan dan mencegah kerusakan alam,” ujar Pendeta Resort Soposurung, Pdt Rini Hutajulu.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus, menyampaikan apresiasi atas inisiatif HKBP yang turut mengambil bagian dalam upaya membangun masyarakat.
“Kami berterima kasih karena HKBP telah ikut ambil bagian dalam tugas-tugas pemerintah. Untuk permohonan dari Aids Ministry dan Yayasan Sehati, kami siap bantu. Soal isu-isu sosial yang disampaikan, kami juga mendukung penuh. Namun perlu juga ini disuarakan dari mimbar gereja agar masyarakat semakin sadar,” tegasnya.
Audi Murphy menegaskan bahwa Pemkab Toba akan membantu semaksimal mungkin sesuai kapasitas yang dimiliki. Ia menutup pertemuan dengan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan semua elemen masyarakat, termasuk gereja.
“Intinya, apa yang bisa kami bantu akan kami bantu. Semua persoalan itu juga merupakan tanggung jawab kami,” tegasnya. (T1)
beritaTerkait
komentar