Jumat, 10 April 2026

Pemprov Sumut Sambut Inovasi Teknologi Pertanian Presisi, Dorong Transformasi Sektor Pertanian

Kamis, 19 Juni 2025 12:13 WIB
Pemprov Sumut Sambut Inovasi Teknologi Pertanian Presisi, Dorong Transformasi Sektor Pertanian
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Effendy Pohan, menerima audiensi pimpinan EBI Farm, Widjajanto, di Ruang Rapat Sekdaprov, Lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (17/6/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menyambut baik dan mendukung penerapan teknologi pertanian presisi sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian, efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan pengurangan dampak lingkungan.

Dukungan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Effendy Pohan, saat menerima audiensi dari perusahaan pertanian EBI Farm, Selasa, di Ruang Rapat Sekdaprov, Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No 30, Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Effendy Pohan menegaskan bahwa Sumut memerlukan dukungan teknologi modern dalam sektor pertanian guna memperkuat program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Untuk ketahanan pangan, Pemprov Sumut sangat mendukung pemanfaatan teknologi pertanian. Inovasi seperti ini sangat potensial dikembangkan di Sumut agar hasil pertanian kita meningkat secara signifikan,” ujar Effendy.

Namun demikian, Effendy meminta pihak EBI Farm untuk menyampaikan secara tertulis usulan bentuk kerja sama, termasuk skema bisnis terkait implementasi teknologi pertanian presisi tersebut. Ia juga menyarankan agar pemanfaatan teknologi dapat diujicobakan pada beberapa lahan pertanian di kabupaten/kota Sumut yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan EBI Farm, Widjajanto, memaparkan manfaat dan potensi penggunaan teknologi pertanian presisi. Ia menjelaskan bahwa sistem ini telah digunakan di beberapa negara dengan hasil yang terbukti efektif dalam meningkatkan hasil panen dan mempercepat siklus tanam.

“Teknologi ini bekerja dengan menempatkan sensor di area pertanian yang kemudian membaca kebutuhan nutrisi tanaman. Informasi dari sensor diproses oleh komputer dan sistem akan otomatis menyalurkan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman,” jelas Widjajanto.

Menurutnya, teknologi ini mengandalkan algoritma untuk mendeteksi kondisi akar dan kebutuhan unsur hara, air, serta faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Hal ini memungkinkan proses bercocok tanam menjadi lebih efisien dan presisi.

Beberapa keunggulan dari teknologi pertanian presisi ini antara lain:

Meningkatkan potensi genetik tanaman

Mempercepat siklus tanam

Memungkinkan sistem penanaman yang lebih rapat dan teratur

Mengurangi pemborosan air dan pupuk

Meningkatkan efisiensi operasional lahan pertanian

Widjajanto pun mengajak Pemprov Sumut untuk menjajaki kerja sama, baik melalui skema bagi hasil maupun bentuk kolaborasi lainnya, demi mendukung transformasi pertanian di daerah tersebut.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Pemprov Sumut untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian berbasis teknologi dan memperkuat daya saing daerah dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional dan global. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
Momen HUT ke-80 TNI AU, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur
PMI Siap Salurkan Bantuan untuk Warga Iran
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar
komentar
beritaTerbaru