Sabtu, 11 April 2026

Sumut Catatkan Penurunan Kemiskinan 10 Kali Lebih Cepat di Tahun 2024

Jumat, 17 Januari 2025 11:32 WIB
Sumut Catatkan Penurunan Kemiskinan 10 Kali Lebih Cepat di Tahun 2024
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Asim Saputra, memberikan keterangan terkait penurunan jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara pada Rabu (15/1/2025). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melaporkan penurunan signifikan dalam jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut pada tahun 2024.

Pada September 2024, jumlah penduduk miskin tercatat 1,111 juta orang, mengalami penurunan 117,1 ribu orang dibandingkan dengan data pada Maret 2024. Hal ini menunjukkan penurunan kemiskinan yang 10 kali lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menjelaskan bahwa penurunan jumlah penduduk miskin pada 2024 merupakan yang terbesar dalam empat tahun terakhir.

“Penurunan kemiskinan kali ini mencatatkan angka yang sangat signifikan, jauh lebih tinggi dibandingkan penurunan pada periode sebelumnya yang hanya berkisar 10-11 ribu orang,” ungkap Asim dalam keterangannya, Rabu.

Pada September 2020, persentase penduduk miskin di Sumut mencapai 9,14%, atau sekitar 1,357 juta orang, sedangkan pada September 2024, angka tersebut turun menjadi 7,19%.

Penurunan ini tercatat sebagai penurunan tertinggi dalam periode empat tahun terakhir, mengalahkan penurunan 71 ribu orang yang tercatat pada periode September 2021-Maret 2021.

Asim juga menyampaikan bahwa Sumut kini berada di peringkat ketiga dalam hal penurunan jumlah penduduk miskin setelah Jawa Barat dan Jawa Tengah, dua provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbesar kedua dan ketiga di Indonesia.

Menariknya, Sumut bahkan berhasil melampaui Jawa Timur, provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbesar pertama di Indonesia dalam hal penurunan jumlah kemiskinan.

Kondisi ekonomi makro di Sumut juga menunjukkan tren positif. Inflasi pada September 2024 tercatat cukup terkendali, yaitu 1,4% (y-on-y), dengan inflasi bahan makanan sebesar 1,73%.

Ekonomi Sumut tumbuh 5,20% pada triwulan 3 tahun 2024 (y-on-y), sementara pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh di atas angka nasional, yaitu 5,47%.

Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2024 juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 4,46% dibandingkan dengan Maret 2024, mencapai angka 138,59.

Pencapaian ini menandakan adanya kemajuan yang signifikan dalam mengurangi kemiskinan dan memajukan ekonomi di Sumut.

Diharapkan langkah-langkah ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara ke depannya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
OJK Jawa Barat Gencarkan Literasi Keuangan dan Perkuat Ekonomi Daerah di Awal 2026
Indonesia Bidik Peluang Ekspor Pupuk Global di Tengah Gangguan Distribusi Selat Hormuz
Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis, Perkuat Stabilitas Keamanan di Dogiyai
Indonesia Kalahkan Vietnam 3-2, Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
Crystal Palace Hajar Fiorentina 3-0, Dekat ke Semifinal Liga Konferensi
Kementan Genjot Tanam Serentak 10.000 Hektare, Antisipasi Dampak El Nino
komentar
beritaTerbaru