Jumat, 08 Mei 2026

Pentingnya Pendidikan Vokasi: 60% Praktik, 40% Teori untuk Siapkan SDM Siap Kerja

Minggu, 29 September 2024 15:08 WIB
Pentingnya Pendidikan Vokasi: 60% Praktik, 40% Teori untuk Siapkan SDM Siap Kerja
Peserta Bootcamp Media foto bersama. (Dok/Panitia)
Berastagi (buseronline.com) - Ketua Konsorsium Ekosistem Kemitraan Berbasis Potensi Daerah Sumut Dr Surya Dharma ST MT mengatakan, pendidikan vokasi lebih mengutamakan skill dan kompetensi/keahlian. Metode pembelajarannya 60 persen praktik dan 40 persen teori.

"Sekarang, pendidikan vokasi itu sudah ada S2, bukan hanya D4 atau setara S1," kata Dr Surya pada acara Bootcamp Media program fasilitasi kemitraan 20224 di Mutiara Hotel Berastagi, Sabtu, dengan thema: “Pelibatan media massa dalam pengembangan terkait isu-isu pendidikan vokasi melalui bootcamp Media”.

Pada acara sehari itu, ikut tampil sebagai pembicara, Direktur Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Dr Ir Jenny Elisabeth MS, Tim pakar mitra DUDI dan dosen Polmed Dr Ing Heru Pranoto ST dan Direktur Tempo Institute Qaris Tajudin.

Surya menyampaikan lulusan pendidikan vokasi (Politeknik) itu harus memiliki 1 sertifikat keahlian. Selain ada ijazahnya, juga harus ada 1 sertifikat keahliannya untuk dilampirkan saat melamar kerja nanti.

Sementara, Dr Jenny Elisabeth mengatakan, tanggung jawab pendidikan bukan hanya tanggung jawab dunia pendidikan saja, tetapi juga harus didukung Dunia Usaha Dan Dunia Industri (DUDI).

DUDI selayaknya membuka pintu untuk praktik bagi mahasiswa atau magang bagi dosen, sehingga lulusan pendidikan vokasi lebih ahli dan siap kerja.

Mengembangkan pendidikan vokasi (Politeknik) terkesan sulit, karena masyarakat kita lebih memilih ke Universitas dibanding ke pendidikan vokasi. Beda bila dibanding di negara-negara maju, generasi muda lebih memilih ke pendidikan vokasi, karena lebih menjanjikan dunia kerja.

Vokasi harus bangkit untuk lebih dikenal, kuat, maju dan diminati lulusan SLTA dimasa depan. Untuk itu memang perlu dukungan berbagai pihak, termasuk media massa. Setelah acara tanya dan jawab, acara tersebut ditutup Dr Ing Heru Pranoto ST. (P2)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Investasi Jawa Tengah Capai Rp23,02 Triliun, Serap 92 Ribu Tenaga Kerja
Polisi Tetapkan Tersangka Dugaan Jaringan KKB di Yahukimo
Program MBG Disebut Jadi Penyerap Hasil Produksi 165 Juta Petani
Presiden Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN
Jateng Inisiasi Kurikulum Koperasi di Sekolah, Siapkan Generasi Berjiwa Gotong Royong
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Triwulan I 2026 Tembus 5,89 Persen, Lampaui Nasional
komentar
beritaTerbaru