Jumat, 08 Mei 2026

Diseminasi KBBI, Perkuat Keberlangsungan Bahasa Indonesia

Kamis, 26 September 2024 10:07 WIB
Diseminasi KBBI, Perkuat Keberlangsungan Bahasa Indonesia
Diseminasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di Medan, Senin (23/9/2024). (Dok/Kemendikbudristek)
Medan (buseronline.com) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI menggelar Diseminasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di Medan, Senin.

Kegiatan ini dihadiri oleh 100 pelaku pendidikan pengguna KBBI di wilayah tersebut dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta modernisasi KBBI sebagai salah satu upaya menjaga keberlangsungan bahasa Indonesia.

Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Iwa Lukmana, menyatakan bahwa KBBI sudah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Badan Bahasa terus berupaya melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Oxford University, untuk memperbarui aplikasi KBBI. "Kamus yang modern mencerminkan bangsa yang modern. Semakin modern kamus, semakin modern bahasa tersebut," ungkap Iwa.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatra Utara, Hidayat Widiyanto, menambahkan bahwa kegiatan diseminasi ini juga berfungsi sebagai jaringan kemitraan dengan Komisi X DPR RI yang mendukung program-program Badan Bahasa.

Badan Bahasa mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan KBBI dengan mengusulkan entri baru atau memperbaiki makna entri yang sudah ada melalui laman kbbi.kemdikbud.go.id. Proses validasi entri akan dilakukan oleh tim redaksi KBBI.

Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk bangga menggunakan bahasa Indonesia. Menurutnya, bahasa Indonesia semakin diminati di negara luar, seperti Australia, Vietnam, dan Thailand. “Semakin banyak kosakata, semakin tinggi intelektual bangsa Indonesia,” tuturnya.

Dalam diskusi, peserta dari Politeknik Unggulan Cipta Mandiri, Yosua P Manullang, mencatat bahwa meskipun bahasa Indonesia penting, keberadaannya masih bersaing dengan bahasa Inggris di kampusnya. Sementara itu, Tasya Arifiana, mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas Medan, mengungkapkan bahwa bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi utama di kampusnya, mengingat keberagaman suku dan bahasa di antara mahasiswa.

Kegiatan diseminasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkaya kosakata KBBI dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai penting bahasa Indonesia di era modern. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Investasi Jawa Tengah Capai Rp23,02 Triliun, Serap 92 Ribu Tenaga Kerja
Polisi Tetapkan Tersangka Dugaan Jaringan KKB di Yahukimo
Program MBG Disebut Jadi Penyerap Hasil Produksi 165 Juta Petani
Presiden Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN
Jateng Inisiasi Kurikulum Koperasi di Sekolah, Siapkan Generasi Berjiwa Gotong Royong
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Triwulan I 2026 Tembus 5,89 Persen, Lampaui Nasional
komentar
beritaTerbaru