Sabtu, 23 Mei 2026

Komisi VIII DPR RI Sepakat Prioritaskan Asas Kesetaraan Peroleh Anggaran Pendidikan

Selasa, 11 Juni 2024 15:55 WIB
Komisi VIII DPR RI Sepakat Prioritaskan Asas Kesetaraan Peroleh Anggaran Pendidikan
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII My Esti Wijayati saat memimpin pertemuan ke UINSU, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut, Selasa (11/6/2024).
Medan (buseronline.com) - Kesetaraan perolehan anggaran pendidikan harus segera dievaluasi secara mendalam oleh Pemerintah Indonesia. Pasalnya, institusi pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama (Kemenag) diketahui kesulitan memperoleh akses bantuan pendidikan yang layak dari negara.

Diketahui, anggaran pendidikan tahun 2024 yang diperoleh Kemenag sebanyak Rp35 triliun. Angka tersebut dinilai belum proposional untuk operasional pendidikan. Sebab itu, Komisi VIII DPR RI sepakat memprioritaskan asas kesetaraan dalam pembagian alokasi dari anggaran pendidikan.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII My Esti Wijayati dalam agenda Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut. Ia pun menjabarkan ketimpangan bantuan pendidikan yang dialami oleh Kemenag.

"Di Kemenag itu tidak ada (bantuan pendidikan) dari DAK maupun tidak ada APBD dari kabupaten, kota dan provinsi. Sementara, Kemendikbud selain anggaran dari Kemendikbud sendiri, masih ditopang oleh anggaran dari DAK dan APBD provinsi. Jadi, saya kira memang ketimpangannya terlalu tinggi," terang Esti.

Di sisi lain, Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu sudah menyampaikan kritik tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto dan Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Ia menekankan agar negara turut hadir memberikan bantuan pendidikan secara proposional kepada sekolah-sekolah yang dikelola oleh Kemenag.

"APBN pasti akan dianggarkan 20 persen untuk pendidikan. Itu pasti tapi setengah anggaran pendidikan besar DAK, perlu ada kebijakan disitu supaya Kemenag bisa mendapatkan akses untuk dapat bantuan pendidikan," terangnya.

Terakhir, Esti menyampaikan Komisi VIII DPR akan konsisten memperjuangkan agar anggaran pendidikan tahun 2025 di Kemenag naik signifikan. Oleh karena itu, dirinya berharap seluruh stateholder pendidikan di Kemenag memberikan dukungan penuh.

"Kami mendorong stakeholder terkait memberikan kajian anggaran yang komprehensif jadi kami punya argumentasi kuat untuk memberikan rekomendasi (kenaikan anggaran) pada saat rapat Badan Anggaran (DPR RI) nanti," tutur Esti. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Wakil Kepala BGN Tinjau Pelaksanaan Program MBG di SMAN 28 Jakarta
Presiden Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Tokoh Ekonomi Nasional
Taput Jadi Percontohan Nasional Digitalisasi Bansos, 510 Agen Ikuti Bimtek dan ToT
Wakil Bupati Taput Buka Rapat Pemaparan Rencana Aksi OPD 2026-2029
Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Logistik dan Target Zero ODOL 2027 di Munas Aptrindo
Rakernis Densus 88 Bahas Ancaman Terorisme Digital, Tekankan Pencegahan dan Literasi Masyarakat
komentar
beritaTerbaru