Jumat, 10 April 2026

APIP Berperan Sukseskan Pembangunan Daerah

Kamis, 23 Mei 2024 12:04 WIB
APIP Berperan Sukseskan Pembangunan Daerah
Pj Gubernur Sumut Dr Hassanudin mengikuti Rakor Nasional Pengawasan Intern Pemerintah 2024 yang diselenggarakan BPKP secara daring melalui zoom meeting di Sumut Smart Province, Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Rabu (22/5/2024). (Dok
Medan (buseronline.com) - Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) memiliki peran penting dalam menyukseskan jalannya pembangunan daerah. Dengan adanya APIP, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diharapkan dapat tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur Sumut Hassanudin usai mengikuti pembukaan Rakor Nasional Pengawasan Intern 2024 yang diselenggarakan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) secara virtual di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Medan.

“APIP ini memastikan APBD digunakan dengan baik dan tepat sasaran, kebocoran anggaran dapat dihindari, sehingga pembangunan pun dapat dijalankan dengan baik, kesejahteraan rakyat pun terwujud,” katanya.

Hassanudin memaparkan, beberapa capaian area intervensi Monitoring Center for Prevention (MCP) di antaranya pengawasan APIP 93,54 persen, manajemen ASN 95,75 persen, optimasi pajak daerah 83,15 persen dan lainnya. Hassanudin akan terus mendorong peningkatan area intervensi tersebut.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam sambutannya, saat pembukaan Rakor mengatakan keberadaan APIP mesti memberikan solusi dan melakukan pencegahan. Selain itu Jokowi juga menyampaikan BPKP dan pengawas internal bertugas tidak untuk mencari kesalahan, justru mencegah penyimpangan. Untuk itu, BPKP atau pengawas internal memberikan arahan yang benar mengenai tuntunan.

Jokowi meminta BPKP atau APIP untuk mengutamakan out come atau manfaat yang maksimal untuk masyarakat untuk menjadi pembangunan kisa semakin hari semakin berkualitas. “Ibaratkan gerbong kereta, BPKP berkontribusi membangun relnya. Lurus dan memastikan kereta itu sampai pada tujuan dengan cepat dan tepat pas,” katanya.

Dikatakan Jokowi, pengawas internal tidak boleh hanya sekadar memperbanyak lampu merah. “Ini nggak boleh, itu nggak boleh, bukan itu atau menambah tanda larangan. Pokoknya ini tidak, pokonya ini tidak, bukan itu. Kalau itu terjadi ujungnya justru akan memperlambat. Padahal tadi kita pengen kereta cepat sampai tujuan,” kata Jokowi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pelaksanaan TKA SMP di Banten Lancar, Wamendikdasmen Apresiasi Sekolah
1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
TKA SMP/MTs Digelar, Siswa SMPLB Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
beritaTerbaru