Sabtu, 11 April 2026

Beberapa Komoditas Mengalami Kenaikan

Selasa, 27 Februari 2024 11:08 WIB
Beberapa Komoditas Mengalami Kenaikan
Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ikuti rakor pengendalian inflasi di daerah, di Kantor Kemendagri RI Jakarta secara virtual, Senin (26/2/2024). (Dok/Kominfo Tebingtinggi)
Tebingtinggi (buseronline.com) - Beberapa komoditas mengalami kenaikan di minggu ke 4 bulan Februari, diantaranya cabai merah, beras, dan minyak goreng.

Hal ini dikatakan Irjen Kemendagri RI Komjen Pol Drs Tomsi Tohir Balaw memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi di daerah, di Kantor Kemendagri RI Jakarta.

Rapat tersebut diikuti Penjabat Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani dan stakeholder terkait bersama dengan seluruh kepala daerah baik gubernur, bupati, wali kota dan Forkopimda serta TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) di daerah masing-masing

"Cabai merah mengalami kenaikan di 230 daerah kabupaten/kota, beras di 268 daerah kabupaten/ kota dan minyak goreng di 203 daerah kabupaten/kota," ungkap Irjen Kemendagri.

Diungkapkan Irjen Kemendagri RI, bahwa sejumlah daerah baik itu provinsi maupun kabupaten/kota memiliki Indeks Perkembangan Harga (IPH) tinggi.

"IPH ini merupakan bagian dari penyebab tingginya inflasi. Dari data yang disampaikan Kemendagri, provinsi Riau termasuk 10 provinsi yang terendah inflasinya," terang Irjen Kemendagri RI.

Irjen Kemendagri RI juga meminta kepada kepala daerah dan forkopimda untuk bisa melaksanakan rapat lanjutan mengenai upaya-upaya pengendalian inflasi di daerah masing-masing, untuk dilaporkan pada saat rakor pengendalian inflasi di minggu selanjutnya.

Sementara, Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan harga SP2KP dalam 4 minggu di bulan Februari 2024 ini beberapa komoditas pangan yang menunjukkan tren peningkatan harga adalah beras, cabai merah, telur ayam ras dan daging ayam ras.

"Cabai merah naik sekitar 7,63 persen dan telur ayam ras naik sekitar 1,47 persen dibandingkan dengan Januari 2024," ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Divisi Perencanan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Epi Sulansari  menyampaikan bahwa stok beras Bulog saat ini yaitu 1.376.106 ton yang terdiri dari stok CBP 1.358.709 dan stok komersil 17.398 ton. Dimana jumlah stok telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

M Ismail Wahab selaku Direktur Serealia Tanaman Pangan Kementan RI mengatakan mengenai perkembangan luas panen, provitas dan produksi padi tahun 2024. "Luas Panen dan Produksi dari bulan Januari-Maret 2024 cenderung meningkat. Hal ini sejalan dengan mulai beralihnya fase el Nino ke netral sehingga curah hujan mulai tinggi sejak Desember 2023," jelasnya.

Turut hadir mendampingi Pj Wali Kota, Serma Rizal Husni mewakili Danramil 13/ TT, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir Nasrullah, Kepala Bappeda Erwin Suheri Damanik, Kadis Ketapang dan Pertanian Marimbun Marpaung, Kadis Sosial Drs Khairil Anwar, Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Zahidin, OPD terkait. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru