Rabu, 02 September 2026

Ini Jumlah Bandara Kualanamu Layani Penumpang pada Libur Nataru 2024

Selasa, 09 Januari 2024 03:29 WIB
Ini Jumlah Bandara Kualanamu Layani Penumpang pada Libur Nataru 2024
Bandara Internasional Kualanamu.
Kualanamu (buseronline.com) - Pergerakan penumpang selama Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) yaitu 18 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024 di Bandara Internasional Kualanamu melayani 399.000 penumpang.

Jumlah itu menurun 4 persen dibanding dengan periode libur Nataru sebelumnya. Sementara jumlah penerbangan juga menurun sekira 9 persen dengan penerbangan sebanyak 3.038.

Jumlah itu disampaikan Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi, Heriyanto Wibowo melalui siaran pers yang diterima wartawan melalui Head of Corporate Secretary and Legal, Dedi Al Subur.

Sementara puncak lalu lintas penerbangan pada arus balik libur Nataru, tercatat melayani 24.055 penumpang, Kamis (4/1/2024). Layanan penerbangan itu berjalan lancar sesuai dengan perencanaan, dengan jumlah layanan mencapai 171 penerbangan.

Heriyanto Wibowo mengatakan selama periode angkutan Nataru, Bandara Internasional Kualanamu telah menambah 217 penerbangan ekstra.

Penerbangan ekstra itu didominasi melayani tujuan Jakarta, Batam dan Pekanbaru untuk rute domestik, sedangkan rute internasional didominasi Kuala Lumpur, Penang dan Singapura.

Ia menjelaskan, posko pengamanan Nataru telah resmi ditutup, Jumat (5/1/2024). Selama 18 operasi posko pengamanan Nataru, pelaksanaannya berjalan dengan lancar.

Seluruh stakeholder berkolaborasi dengan baik memastikan kelancaran operasional serta pelayanan. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Barcelona Pesta Gol, Hancurkan Rayo Vallecano 5-2 di Camp Nou
Gol Dramatis Samardzic Bawa Atalanta Menang 1-0 atas Bologna
Pemkab Toba Mulai Bahas Pilkades 2027, Tahapan Direncanakan Dimulai Mei
Pemprov Sumut dan DPRD Perkuat Sinergi Susun Arah Pembangunan 2027
Pascabencana, Pemko Medan Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Digital
4.021 Lulusan LKP Indonesia Dilepas Bekerja ke 11 Negara
komentar
beritaTerbaru