Jumat, 22 Mei 2026

Tekan Percepatan Penurunan Stunting, Pemko Tanjungbalai Libatkan Semua Sektor

Selasa, 19 Desember 2023 09:30 WIB
Tekan Percepatan Penurunan Stunting, Pemko Tanjungbalai Libatkan Semua Sektor
Kadis PP dan KB Tanjungbalai Drs Daruyana Siregar didampingi Kabid KS Misriana dan Satgas Stunting Kota Tanjungbalai Sahkal foto  bersama Tim BKKBN Sumut, Yusrodi. (Dok/BKKBN Sumut)

Tanjungbalai (buseronline.com) - Jajaran Pemko Tanjungbalai yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sangat serius Pravelansi Percepatan Penurunan Stunting di Pemko Tanjungbalai.


Pemko Tanjungbalai  berupaya menurunkan angka stunting dalam rangka mendukung pemerintah pusat menurunkan angka stunting dengan kerja sama seluruh OPD lintas sektor terkait.


Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Pemko Tanjungbalai Daruyana Siregar saat kehadiran kunjungan Tim BKKBN Sumut, belum lama ini.


“Percepatan penurunan stunting kita dilaksanakan dengan hati dan kerja serius. Ini kerja tim dan dikerjakan secara bersama sama dengan semua pihak," katanya.


Daruyana menyampaikan upaya pemenuhan gizi ibu hamil dan anak balita dengan berbagai upaya dengan membeli ikan- ikan dari pengusaha dan diolah menjadi bakso dan naget untuk tambahan protein.


Bahkan, kata Daruyana seorang staf tenaga gizi ditugaskan sebagai  pendampingan balita stunting di wilayah masing masing dan mengumpulkan data menyamakan persiapan dalam rangka penilaian  kasus stunting.


Dengan demikian, setelah memperoleh data identitas dan jelas siapa yang stunting, maka bisa tangani dengan cepat.


Oleh sebab itu mulai dari lingkungan, kelurahan hingga seterusnya melaporkan perkembangan perkembangan stunting di wilayah masing-masing.


Daruyana mengatakan, dalam menangani stunting, Pemko Tanjungbalai sering mengadakan diskusi bersama dengan seluruh camat, kepala Bappeda, Kadis kesehatan, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, jelasnya.


Menurut data SSGI (Survei Studi Gizi Indonesia) di Sumut, angka prevalensi stunting tahun 2021 di Kota Tanjungbalai yaitu 26,1 persen dan 26,9 persen di tahun 2022 dan untuk tahun 2023 ini belum ada penilaian dari dinas kesehatan, katanya.


Sementara Satgas Stunting Pemko Tanjungbalai Sahkal menyampaikan sebelum hadirnya Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) anak Stunting di Tanjungbalai mencapai 450 anak,  tetapi setelah hadirnya BAAS anak Stunting tersebut dapat teratasi, karena BAAS tersebut secara langsung memberikan makanan tambahan kepada anak-anak tersebut.


Sahkal menambahkan, Kecamatan Teluk Nibung  tahun 2022 merupakan kecamatan yang paling beresiko stunting yakni dengan jumlah 1396 kasus, sementara Kecamatan yang paling rendah beresiko stunting  adalah Kecamatan Tanjung Balai Selatan yaitu sebesar 274.


Pada kesempatan itu, Daruyana didampingi  Misriana dan Sahkal menyampaikan 2023  Satgas Stunting Kota Tanjungbalai dengan bekerjasama semua sektor bekerja keras dalam penurunan stunting sesuai dengan atensi Wali Kota Tanjungbalai. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Wakil Bupati Taput Buka Rapat Pemaparan Rencana Aksi OPD 2026-2029
Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Logistik dan Target Zero ODOL 2027 di Munas Aptrindo
Rakernis Densus 88 Bahas Ancaman Terorisme Digital, Tekankan Pencegahan dan Literasi Masyarakat
Pemko Medan Serahkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Ribuan Driver Ojol
Pemprov Jateng Rampungkan Kurikulum Perkoperasian untuk SD hingga SMA, Siap Diterapkan Tahun Ajaran 2026/2027
Kasus LSD dan PMK di Temanggung Terkendali, Peternak Diminta Waspada Jelang Idul Adha
komentar
beritaTerbaru