Selasa, 07 April 2026

BPOM RI Temukan Produk Makarel Kaleng Palsu, Kualitas Tak Teruji

Agie HT Bukit SH - Senin, 17 April 2023 15:09 WIB
BPOM RI Temukan Produk Makarel Kaleng Palsu, Kualitas Tak Teruji
Dr Ir Penny K Lukito MCP.
Jakarta (buseronline.com) - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menemukan adanya produk makarel kaleng yang dipalsukan.

Kepala BPOM RI Dr Ir Penny K Lukito MCP meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan kemasan di pasaran.

"Ada temuan ikan makarel dalam kaleng yang dipalsukan. Nah, hati-hati kita semua yang mengkonsumsi ikan dari dalam kaleng, hati-hati pada saat membelinya," kata Penny dalam konferensi pers hasil pengawasan pangan Ramadan dan menjelang Idul Fitri di Jakarta Pusat.

Penny Lukito menjelaskan BPOM akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kasus tersebut. Tidak hanya itu saja, BPOM juga akan segera memberikan public warning pada masyarakat soal merek apa saja yang harus diwaspadai.

Kepala BPOM Penny juga mengimbau masyarakat yang memiliki bisnis pangan olahan untuk bisa mendaftarkan produknya ke BPOM.

Menurutnya proses mendaftarkan produk ke BPOM bisa dilakukan dengan relatif cepat.

“Aneh juga kenapa dipalsukan. Padahal kalau kualitasnya bagus dia daftar saja ke Badan POM, disangkanya susah daftar di Badan POM, ingin cepat masuk ke peredaran," ujar Penny.

"Padahal ini kemasannya bagus dan dalamnya waktu dicek juga bagus. Makanya kenapa mesti palsu, malah jadi kena tindakan hukum," jelas Penny lanjut.

"Ini di dalamnya ikan, tapi mereknya dipalsukan. Dalamnya ikan tapi kandungannya harusnya diuji dan memenuhi syarat. Tapi produsennya palsu, kemasannya palsu, dan izin edarnya palsu," tutup Penny Lukito.
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru