Senin, 06 April 2026

Presiden RI Jokowi Minta Otoritas Terkait Segera Tentukan Harga Gabah

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 11 Maret 2023 13:32 WIB
Presiden RI Jokowi Minta Otoritas Terkait Segera Tentukan Harga Gabah
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan kepada media di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (11/3/2023).
Jawa Timur (buseronline.com) - Presiden RI Ir H Joko Widodo (Jokowi) meminta agar otoritas terkait segera menentukan harga gabah sebelum harga komoditas pangan tersebut tidak terlanjur jatuh di tengah panen raya di banyak daerah.

"Yang paling penting memang harga gabah harus segera ditentukan, jangan sampai harganya jatuh karena ini panen raya di mana-mana," ujar Presiden Jokowi dalam keterangannya kepada media di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (11/3/2023).

Presiden Jokowi mengatakan harga gabah ideal akan segera diumumkan badan pangan sehingga pembelian gabah kering panen (GKP) oleh Bulog menjadi jelas.

"Tapi yang paling penting jangan sampai jatuh di bawah biaya yang telah dikeluarkan para petani. Karena apa, ini panen raya gitu lho. Kalau nggak dijaga pasti harganya jatuh, baik gabahnya maupun berasnya," jelasnya.

Presiden Jokowi mengatakan kesulitan yang dihadapi pemerintah adalah menyeimbangkan harga wajar di petani, pedagang dan konsumen, sehingga petani dan pedagang mendapatkan keuntungan namun konsumen tidak diberatkan.

Sementara untuk pupuk, menurut Presiden Jokowi, meski suplai nasional masih kurang, namun tidak ada keluhan dari petani di Ngawi.

Hal demikian disebabkan masing-masing daerah memiliki kendala yang berbeda.
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru