Kamis, 22 Oktober 2026

Polri akan Bekerjasama Lintas Negara Berantas TPPO

Rabu, 28 Juni 2023 06:27 WIB
Polri akan Bekerjasama Lintas Negara Berantas TPPO
Irjen Pol Krishna Murti.
Jakarta (buseronline.com) - Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) mendapat perhatian serius dari Polri. Sebanyak 20 warga negara Indonesia (WNI) korban TPPO di Myanmar berhasil diselamatkan dan saat ini sudah berkumpul bersama keluarga.

Hal ini berkat kerja keras berbagai kalangan, khususnya Polri. Sebagai bentuk keseriusan Polri menangani kasus itu, diperlukan adanya pertemuan antar pejabat lintas negara.

“Akan membahas, mendeklarasikan. Intinya untuk memperkuat kerjasama, bagaimana kejahatan yang terjadi di sebuah negara terkoneksi dengan negara lain,” kata Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Krishna Murti, seperti dilansir dari humas polri.

“Apa yang harus dilakukan? Nah ini yang dibahas dalam Senior Officials Meeting on Transnational Crimes (SOMTC) ini. Nanti dibawa lagi ke pertemuan politis pada KTT ASEAN bulan September,” tuturnya.

Jika nantinya dalam pembahasan itu dicapai kesepakatan, lanjut Krishna, diharapkan bisa semakin mempermudah petugas untuk mengejar pelaku TPPO.

“Di sini ada pengirim, di sana ada penerima. Kita tangkap pengirim, negara itu mau juga melakukan penegakan hukum terhadap penerimanya. Supaya tersambung nih antar negara. Kalau ini dideklarasikan dan disepakati, akan semakin memudahkan agent kepolisian untuk bekerjasama di lapangan,” paparnya.
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
AS Roma Pesta Gol ke Gawang Slovan Bratislava, Menang Telak 4-0 di Liga Champions
Serhou Guirassy Borong Dua Gol, Borussia Dortmund Kalahkan Sabah FK 2-1
Peredaran Narkotika di Jepara Meningkat, Kejari Tangani 30 Perkara hingga Oktober 2026
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp5,8 Miliar, Dua Orang Ditangkap
Gubernur Jateng Tekankan Sinergi Forkopimda dalam Pisah Sambut Pangdam IV/Diponegoro
Edukasi Keselamatan, Kedisiplinan, dan Lingkungan Warnai Kegiatan Pelajar di Batang dan Pekalongan
komentar
beritaTerbaru