Minggu, 17 Mei 2026

Pemerintah Bangun 1.008 Ruang Praktik Siswa untuk Perkuat Pendidikan Vokasi

Minggu, 17 Mei 2026 16:48 WIB
Pemerintah Bangun 1.008 Ruang Praktik Siswa untuk Perkuat Pendidikan Vokasi
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin saat di acara Bincang Santai Media yang berlangsung di Perpustakaan Nasional, Selasa (12/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, salah satu langkah nyata yang dilakukan ialah pembangunan dan renovasi 1.008 ruang praktik siswa (RPS) di berbagai sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia guna mendukung pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin mengatakan bahwa revitalisasi pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang nyaman, aman, dan mampu mendukung transformasi pendidikan vokasi. Hal tersebut disampaikan dalam acara Bincang Santai Media yang berlangsung di Perpustakaan Nasional, Selasa.

Menurut Tatang, keberadaan ruang praktik siswa sangat penting untuk menunjang pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PBL) dan teaching factory yang menjadi ciri khas pendidikan di SMK. Namun, hingga saat ini masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas praktik memadai.

"Sekitar 60 persen SMK masih belum memiliki ruang praktik siswa yang layak. Padahal, ruang praktik sangat penting agar siswa dapat memahami proses kerja dan keterampilan dasar sesuai bidang keahlian mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, selama tahun 2025 pemerintah telah merevitalisasi 1.465 SMK dengan total pembangunan mencapai 7.586 unit sarana dan prasarana pendidikan. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, toilet, hingga ruang praktik siswa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.008 unit merupakan ruang praktik siswa yang mencakup sekitar 75 program keahlian, di antaranya Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor.

"Tentu fasilitas ini tidak sepenuhnya sama dengan industri, tetapi siswa dapat mempelajari dasar-dasar keterampilan sehingga nantinya lebih mudah beradaptasi saat memasuki dunia kerja," kata Tatang.

Dampak revitalisasi tersebut mulai dirasakan oleh berbagai sekolah penerima bantuan. Kepala SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Surta Wijaya, mengungkapkan bahwa sebelumnya sekolahnya mengalami keterbatasan fasilitas praktik hingga harus memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang praktik sementara.

"Sebelum revitalisasi, praktik siswa sering terkendala ruang dan fasilitas. Sekarang siswa lebih antusias belajar karena merasa dipersiapkan menjadi tenaga profesional," ujarnya.

Melalui program revitalisasi, sekolah tersebut memperoleh ruang praktik Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, serta rehabilitasi 42 ruang kelas.

Hal serupa juga dirasakan oleh SMKN 5 Manokwari. Kepala sekolah Choiruddin menyebut revitalisasi menghadirkan ruang praktik yang representatif sekaligus perpustakaan baru yang menjadi pusat aktivitas belajar siswa.

Pemerintah berharap program revitalisasi ini mampu meningkatkan mutu lulusan SMK sehingga lebih terampil, adaptif, dan siap bersaing di dunia industri. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Dorong Budaya Literasi Anak lewat Lokakarya Membaca Nyaring
Kemendikdasmen, Kemendagri dan KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi 2026
SE Kemendikdasmen Beri Kepastian bagi Guru Non-ASN Tetap Mengajar
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Guru SD Bahasa Inggris, Siapkan Mapel Wajib Mulai 2027
Kemendikdasmen Perkuat Transparansi dan Daya Tampung dalam SPMB 2026/2027
Kemendikdasmen Luncurkan Buku Saku 7 KAIH dan Album Lagu Kicau
komentar
beritaTerbaru