Minggu, 17 Mei 2026

Kemendikdasmen Dorong Budaya Literasi Anak lewat Lokakarya Membaca Nyaring

Minggu, 17 Mei 2026 12:30 WIB
Kemendikdasmen Dorong Budaya Literasi Anak lewat Lokakarya Membaca Nyaring
Penasihat DWP Kemendikdasmen Masmidah Abdul Mu’ti.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen menggelar Lokakarya Membaca Nyaring pada Rabu (13/5) di Jakarta.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, kegiatan bertema "Membaca Buku Menumbuhkan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Buku Nasional 2026.

Lokakarya tersebut digelar sebagai upaya mendorong budaya literasi sejak dini di tengah tingginya penggunaan gawai pada anak-anak. Membaca nyaring atau read aloud dinilai menjadi salah satu metode efektif untuk melatih kemampuan menyimak, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan minat baca anak.

Penasihat DWP Kemendikdasmen Masmidah Abdul Mu'ti mengatakan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, penggunaan gawai yang berlebihan membuat anak semakin jauh dari kebiasaan membaca buku.

"Kita seperti menjadi korban teknologi. Penggunaan gawai sudah luar biasa, bahkan bisa mencapai 6-7 jam per hari dan termasuk tertinggi di dunia. Karena itu sangat relevan ketika hari ini kita membangun budaya senang membaca, terutama kepada anak-anak dan generasi muda," ujarnya.

Ia menambahkan, kebiasaan membaca sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi perkembangan anak. Anak-anak yang terbiasa membaca dinilai memiliki kemampuan berpikir lebih terbuka, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kemampuan komunikasi dan empati yang lebih baik.

Masmidah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menjadikan gerakan literasi sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, budaya membaca perlu dibangun melalui pendampingan orang tua dan lingkungan yang mendukung.

Sementara itu, Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin menyebut kegiatan tersebut selaras dengan program prioritas pemerintah, khususnya program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang salah satu fokusnya adalah membaca.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun kebiasaan membaca pada anak," katanya.

Ia menjelaskan, lokakarya bertujuan memperkuat budaya literasi sejak dini sekaligus memberikan pemahaman dan keterampilan kepada guru serta koordinator kelas mengenai metode membaca nyaring yang efektif dan menyenangkan.

Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Muhammad Yusro mengatakan pembiasaan membaca menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan anak memahami informasi dan berpikir kritis di era digital.

"Di tengah perkembangan teknologi digital dan beragam distraksi yang ada, minat membaca perlu terus ditumbuhkan melalui pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak," ujarnya.

Lokakarya diikuti 130 peserta dari 31 sekolah TK dan SD di Jakarta yang terdiri atas guru, koordinator kelas, dan perwakilan orang tua. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membangun budaya literasi anak Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen, Kemendagri dan KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi 2026
SE Kemendikdasmen Beri Kepastian bagi Guru Non-ASN Tetap Mengajar
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Guru SD Bahasa Inggris, Siapkan Mapel Wajib Mulai 2027
Kemendikdasmen Perkuat Transparansi dan Daya Tampung dalam SPMB 2026/2027
Kemendikdasmen Luncurkan Buku Saku 7 KAIH dan Album Lagu Kicau
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Pelatihan Guru, Dorong Kolaborasi Nasional
komentar
beritaTerbaru