"Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun kebiasaan membaca pada anak," katanya.
Ia menjelaskan, lokakarya bertujuan memperkuat budaya literasi sejak dini sekaligus memberikan pemahaman dan keterampilan kepada guru serta koordinator kelas mengenai metode membaca nyaring yang efektif dan menyenangkan.
Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Muhammad Yusro mengatakan pembiasaan membaca menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan anak memahami informasi dan berpikir kritis di era digital.
"Di tengah perkembangan teknologi digital dan beragam distraksi yang ada, minat membaca perlu terus ditumbuhkan melalui pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak," ujarnya.
Lokakarya diikuti 130 peserta dari 31 sekolah TK dan SD di Jakarta yang terdiri atas guru, koordinator kelas, dan perwakilan orang tua. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membangun budaya literasi anak Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar