Kamis, 14 Mei 2026

Disdik Jabar Mulai Pemetaan Minat SPMB 2026 Akhir Mei

Kamis, 14 Mei 2026 11:35 WIB
Disdik Jabar Mulai Pemetaan Minat SPMB 2026 Akhir Mei
Kepala Disdik Jabar Purwanto saat Rapat Kerja dan Sosialisasi Penyelenggaraan SPMB di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (12/5/2026).

Bandung (buseronline.com) - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mulai melakukan pemetaan minat siswa dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 pada akhir Mei mendatang.

Dilansir dari laman Jabarprov, tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan penginputan peminatan untuk SPMB Sekolah Manusia Unggul (Maung) akan dimulai pada 25 Mei 2026, sedangkan SPMB reguler dimulai pada 29 Mei 2026.

"Target kita, penginputan peminatan yang akan berlangsung dari tanggal 25 Mei untuk Sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler itu semuanya sudah bisa diinput oleh anak-anak kita di tiap kabupaten/kota," ujar Purwanto saat Rapat Kerja dan Sosialisasi Penyelenggaraan SPMB di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa.

Rapat tersebut melibatkan kepala cabang dinas, dinas pendidikan kabupaten/kota, Kementerian Agama wilayah, MKKS, hingga Kelompok Kerja Kepala Madrasah se-Jawa Barat.

Purwanto menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs di Jabar sudah terdata untuk melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK, maupun MA, baik negeri maupun swasta pada pertengahan Juni 2026.

Ia menyebutkan jumlah lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat mencapai 826.996 siswa, sementara daya tampung SMA, SMK, dan MA mencapai 909.183 siswa. "Dari sisi daya tampung sebenarnya tidak ada masalah. Kalau semuanya masuk ke SMA, SMK, dan MA, itu akan tertampung," katanya.

Meski demikian, menurut Purwanto, tantangan utama pelaksanaan SPMB bukan hanya soal daya tampung, melainkan pemetaan minat siswa, distribusi peserta didik, jarak sekolah, hingga keberlanjutan pendidikan siswa.

Karena itu, seluruh lulusan SMP dan MTs diwajibkan memiliki akun digital untuk melakukan input peminatan dan pilihan sekolah tujuan masing-masing. Distribusi akun digital dijadwalkan berlangsung pada 18-22 Mei 2026. "Semua 826 ribu lulusan di Jawa Barat ini harus mempunyai akun masing-masing," tegasnya.

Untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan SPMB, Disdik Jabar juga akan membentuk Team Management Office (TMO) di setiap kabupaten/kota. Tim tersebut melibatkan unsur dinas pendidikan, cabang dinas, Kementerian Agama wilayah, MKKS SMP, serta Kelompok Kerja Madrasah (KKM). "TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota," ucap Purwanto.

Selain fokus pada kelancaran SPMB, Disdik Jabar juga menekankan pentingnya pendataan siswa yang tidak melanjutkan pendidikan sebagai bagian dari pelayanan pendidikan di Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Mardi Wibowo mengapresiasi langkah Disdik Jabar dalam memperkuat koordinasi pelaksanaan SPMB 2026.

"SPMB ini perlu kita jaga karena merupakan titik awal layanan kita dalam memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," ujar Mardi.

Ia menambahkan, keberhasilan SPMB tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga koordinasi, komunikasi, dan komitmen seluruh pihak dalam menjaga integritas pelaksanaannya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Disdik Jabar Uji Coba Aplikasi SPMB 2026, Targetkan 826 Ribu Siswa Terdata
SE Mendikdasmen Dinilai Jadi Solusi Kepastian Gaji Guru Honorer di Jabar
Kemendikdasmen Perkuat Transparansi dan Daya Tampung dalam SPMB 2026/2027
Bupati Semarang Pastikan SPMB 2026 Bersih dari Titipan dan Pungli
Rembang Terapkan SPMB Online, Dorong Transparansi dan Keadilan Penerimaan Siswa Baru
Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Tangani TPPO dan Lindungi Perempuan-Anak
komentar
beritaTerbaru