Untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan
SPMB, Disdik
Jabar juga akan membentuk Team Management Office (TMO) di setiap kabupaten/kota. Tim tersebut melibatkan unsur dinas pendidikan, cabang dinas, Kementerian Agama wilayah, MKKS SMP, serta Kelompok Kerja Madrasah (KKM). "TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota," ucap Purwanto.
Selain fokus pada kelancaran
SPMB, Disdik
Jabar juga menekankan pentingnya pendataan siswa yang tidak melanjutkan pendidikan sebagai bagian dari pelayanan pendidikan di Jawa Barat.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Mardi Wibowo mengapresiasi langkah Disdik Jabar dalam memperkuat koordinasi pelaksanaan SPMB 2026.
"
SPMB ini perlu kita jaga karena merupakan titik awal layanan kita dalam memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," ujar Mardi.
Ia menambahkan, keberhasilan SPMB tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga koordinasi, komunikasi, dan komitmen seluruh pihak dalam menjaga integritas pelaksanaannya. (R)
beritaTerkait
komentar