Selasa, 05 Mei 2026

SPMB Bandung 2026 Dimulai, SD dan SMP Dibatasi Maksimal Dua Sif

Selasa, 05 Mei 2026 10:40 WIB
SPMB Bandung 2026 Dimulai, SD dan SMP Dibatasi Maksimal Dua Sif
Pemko Bandung resmi memulai SPMB tahun 2026 pada 4 Mei hingga 13 Juli 2026.

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung resmi memulai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 pada 4 Mei hingga 13 Juli 2026.

Dilansir dari laman Jabarprov, dalam pelaksanaannya, Pemko menerapkan kebijakan baru berupa pembatasan maksimal dua sif (shift) untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mengurangi kepadatan siswa di sekolah.

"SPMB kita akan mulai tanggal 4 Mei dan selesai pada 13 Juli. Akan ada beberapa perubahan, salah satunya sekolah SD dan SMP maksimum hanya boleh dua sif," ujar Farhan, Rabu.

Menurutnya, sistem dua sif akan membagi kegiatan belajar menjadi pagi dan siang. Dengan begitu, distribusi siswa dapat lebih merata dan penggunaan ruang kelas menjadi lebih optimal. "Jadi hanya dua sif, pagi dan siang," katanya.

Selain pengaturan sif, Pemko Bandung juga menerapkan persyaratan seleksi yang ketat guna menjaga kualitas penerimaan siswa baru. Namun, Farhan mengakui belum semua lembaga pendidikan siap mengikuti skema tersebut.

Dari 85 lembaga yang telah diundang untuk berpartisipasi, baru sekitar empat lembaga yang menyatakan minat. "Yang memberikan sinyal minat baru sekitar empat lembaga. Tapi ini masih terus kita dorong," ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran proses seleksi, Pemkot Bandung juga telah mengajukan perpanjangan waktu pendaftaran sekitar satu bulan setelah 6 Mei 2026. "Kita sudah mengajukan perpanjangan deadline sekitar satu bulan setelah 6 Mei," kata Farhan.

Pemkot Bandung memastikan pelaksanaan SPMB 2026 akan berjalan sesuai rencana melalui koordinasi lintas instansi dan berbagai langkah antisipasi di lapangan.

Kebijakan ini diharapkan mampu menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang lebih tertib, transparan, dan adil bagi masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wali Kota Medan Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif pada Hardiknas 2026
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Pelatihan Guru, Dorong Kolaborasi Nasional
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Guru Pendidikan Inklusif untuk Perkuat Layanan Setara
Wagub Jabar Haru Temui Siswa Putus Sekolah di Sumedang, Pastikan Bantuan Pendidikan
Revitalisasi Sekolah Diperkuat, Kemendikdasmen Prioritaskan Daerah 3T dan Sekolah Rusak
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Kabupaten Semarang
komentar
beritaTerbaru