Sabtu, 02 Mei 2026

Mahasiswa USU Didorong Berani Jadi Pemimpin Masa Depan

Sabtu, 02 Mei 2026 09:15 WIB
Mahasiswa USU Didorong Berani Jadi Pemimpin Masa Depan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan kata sambutan dalam bedah buku “Babad Alas” karya Bima Arya di Gedung Digital Learning Center USU, Kamis (30/4/2026).

Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak mahasiswa khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), untuk berani bercita-cita menjadi pemimpin masa depan.

Ajakan tersebut disampaikannya dalam bedah buku "Babad Alas" karya Bima Arya di Gedung Digital Learning Center Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bima Arya beserta istri, Rektor USU Muryanto Amin, serta ratusan mahasiswa yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Rico Waas menilai buku "Babad Alas" tidak sekadar otobiografi, tetapi juga menjadi rekam jejak kepemimpinan yang relevan bagi generasi muda.

Ia menekankan pentingnya kehadiran pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan publik. "Bangsa ini membutuhkan pemimpin-pemimpin baik, dan itu ada pada kalian. Negara ini ke depan ada di tangan anak muda," ujarnya.

Sementara itu, Bima Arya dalam pemaparannya menegaskan bahwa ideologi merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan. Tanpa ideologi yang kuat, seorang pemimpin dinilai rentan kehilangan arah dan konsistensi dalam mengambil keputusan.

Ia mengungkapkan bahwa cara pandangnya banyak dipengaruhi oleh pemikiran tokoh-tokoh seperti Soe Hok Gie, Arief Budiman, Nurcholish Madjid, serta Abdurrahman Wahid, yang membentuk nilai keberagaman, keberanian, dan integritas.

Selain itu, ia memperkenalkan konsep "mencicil harapan" sebagai strategi kepemimpinan, yakni menghadirkan perubahan secara bertahap agar masyarakat dapat merasakan hasil nyata sejak awal masa jabatan. "Pemimpin itu agen harapan. Harapan itu harus dikelola dan dipenuhi secara bertahap," katanya.

Bima Arya juga menyoroti pentingnya kemampuan pemimpin dalam mengelola berbagai kepentingan, baik dari pemerintah, aparat, maupun masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pemimpin harus memiliki batasan yang jelas untuk menjaga integritas, sekaligus mampu membedakan antara ketulusan dan kepentingan.

Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan juga ditentukan oleh kemampuan membangun dukungan politik secara seimbang di tingkat akar rumput, kelas menengah, dan elit.

Dalam hal birokrasi, ia menambahkan bahwa pemimpin perlu memahami karakter setiap anggota tim dan menerapkan pendekatan yang tepat agar organisasi dapat berjalan secara efektif.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang literasi, tetapi juga wadah refleksi bagi generasi muda dalam memahami nilai-nilai serta tantangan kepemimpinan di masa depan. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Medan Luncurkan Qresto, Sistem Pajak Real-Time Pertama di Indonesia
Pemko Medan Raih Penghargaan Creative Financing Terbaik II se-Sumatera
Pemko Medan Komitmen Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Jalanan
Bupati Zahir Sambut Ratusan Mahasiswa KKN FISIP USU di Batubara
komentar
beritaTerbaru