Senin, 06 April 2026

Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil

GY Simanjuntak MSi - Senin, 06 April 2026 17:00 WIB
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat.

Jakarta (buseronline.com) - Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai peningkatan keterampilan pendamping anak menjadi faktor krusial dalam membangun kemampuan literasi generasi muda. Pendamping yang dimaksud mencakup guru, orang tua, hingga masyarakat sebagai lingkungan terdekat anak.

Menurut Lestari, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, pendampingan saat anak menggunakan gawai serta pembiasaan membaca sejak dini harus dilakukan secara konsisten agar berdampak nyata.

"Upaya peningkatan literasi anak bangsa tidak bisa hanya bergantung pada sekolah. Peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam menanamkan kemampuan literasi generasi penerus sangat menentukan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Sabtu (4/4/2026).

Perempuan yang akrab disapa Rerie itu menegaskan, tanpa pendampingan yang tepat, kemampuan literasi anak akan tetap rendah meskipun mereka sudah mampu membaca secara teknis.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekitar 75 persen anak usia 15 tahun di Indonesia sudah dapat membaca, namun belum mampu memahami isi bacaan. Bahkan, hanya sekitar separuh dari mereka yang memiliki kemampuan literasi yang baik.

"Ini bukan soal bisa baca atau tidak, tapi soal paham atau tidak. Ini darurat pemahaman bacaan," tegasnya.

Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut mendorong sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan literasi. Salah satunya, orang tua harus lebih aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai, bukan sekadar melarang atau memberikan perangkat tanpa pengawasan.

Selain itu, dilansir dari laman DPR, ia juga mendorong pemerintah untuk menghapus pajak buku dan kertas agar harga bahan bacaan menjadi lebih terjangkau dan akses masyarakat terhadap buku semakin luas.

Menurut Rerie, peningkatan literasi harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen, bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah.

Ia mengingatkan bahwa kemampuan berpikir kritis generasi muda sangat menentukan daya saing bangsa di masa depan.

"Kedaulatan bangsa di masa depan sangat tergantung pada kemampuan anak-anak kita dalam memahami dan menyaring informasi," pungkasnya.

Upaya penguatan literasi, lanjutnya, perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar mampu menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan global. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru