Jumat, 10 April 2026

Ratusan Gedung Sekolah di Brebes Direnovasi pada 2025

Jumat, 13 Februari 2026 09:12 WIB
Ratusan Gedung Sekolah di Brebes Direnovasi pada 2025
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyapa dan berdialog dengan siswa saat peresmian revitalisasi sekolah dalam Program Beresi Sekolah di Kabupaten Brebes, Rabu (11/2/2026). (Dok/Jatengprov)

Brebes (buseronline.com) - Sebanyak 240 gedung sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Brebes direnovasi sepanjang 2025. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.


Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Sutaryono, menjelaskan bahwa revitalisasi fisik ratusan sekolah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Beresi Sekolah. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp80,4 M yang bersumber dari APBN dan APBD Kabupaten Brebes Tahun 2025.


“Rinciannya, dari APBD sebanyak 161 sekolah dengan anggaran Rp12,5 M, sedangkan dari APBN sebanyak 79 sekolah dengan anggaran Rp67,4 M,” jelas Sutaryono saat acara Peresmian Revitalisasi Sekolah dan Bantuan Papan Informasi Digital (PID) di SMPN 2 Larangan, Kabupaten Brebes, baru-baru ini.


Selain perbaikan fisik bangunan, dilansir dari laman Jatengprov, pemerintah juga memberikan bantuan digitalisasi pembelajaran berupa 1.673 unit papan tulis digital dengan anggaran Rp125 M dari APBN. Setiap sekolah turut menerima satu unit laptop untuk mendukung proses belajar mengajar berbasis teknologi.


Guru SMP Negeri 2 Larangan, Eko Joko Supeno, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Program Beresi Sekolah. Ia mengungkapkan bahwa sebelum direvitalisasi, kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan.


“Sebelum direvitalisasi, kondisi sekolah kami sangat memprihatinkan sampai menitikkan air mata. Genteng bocor, plafon berjatuhan, dinding mengelupas, dan lantai rusak. Saat hujan, kelas tidak layak digunakan,” ungkap Eko.


Menurutnya, setelah dilakukan revitalisasi, suasana pembelajaran berubah drastis. Guru dan siswa kini dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan lebih nyaman dan aman.


“Sekarang pembelajaran jauh lebih nyaman. Siswa senang, tidak ada lagi rasa takut atau khawatir,” katanya.


Hal senada disampaikan salah seorang siswa, Berliana Dwi Pratiwi. Ia mengaku sebelumnya sering merasa tidak nyaman saat belajar, terutama ketika musim hujan.


“Alhamdulillah sekarang sekolah kami jadi lebih baik dan bagus. Kelas dan toilet bersih, belajar jadi aman dan nyaman. Terima kasih banyak Ibu Bupati,” ujarnya, Rabu.


Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengatakan bahwa selain perbaikan sarana fisik, Pemerintah Kabupaten Brebes juga mendorong transformasi pembelajaran melalui bantuan papan informasi digital (PID).


Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih efektif sekaligus meningkatkan minat dan pemahaman siswa.


Meski demikian, Paramitha menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat pendukung dalam proses pendidikan.


“Keberhasilan pendidikan tetap sangat bergantung pada peran guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan. Karena itu, saya berharap bantuan ini dimanfaatkan secara maksimal, dirawat dengan baik, dan digunakan secara berkelanjutan,” katanya.


Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan menjaga semangat kolaborasi demi mewujudkan pendidikan Brebes yang maju, inklusif, dan berdaya saing. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak
RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
komentar
beritaTerbaru