Garut (buseronline.com) - Kabupaten Garut menjadi lokasi pelaksanaan Seminar Nasionalisme Goes to School Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat ideologi, karakter, dan wawasan kebangsaan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Sri Handoko Taruna, di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu.
Seminar ini merupakan hasil kolaborasi antara Ditjen Polpum Kemendagri dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, dengan mengusung tema “Berprestasi Tanpa Kehilangan Empati”.
Sri Handoko Taruna mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menyelenggarakan kegiatan pembinaan ideologi kebangsaan bagi pelajar. Ia menilai pembentukan karakter dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang tangguh.
“Hatur nuhun atas kerja samanya. Sekecil apa pun aktivitas ini, saya yakin akan memberi manfaat besar. Kami berharap generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif bagi bangsa dan negara, dimulai dari lingkungan terdekat,” ujarnya.
Ia menegaskan, seminar ini dirancang untuk mencetak generasi emas Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat serta empati sosial yang tinggi.
Menurutnya, dilansir dari laman Diskominfo Garut, kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa dibarengi karakter kebangsaan yang kokoh, terutama di era digital yang sarat tantangan ideologi dan informasi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyambut baik kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk Garut sebagai lokus pembinaan ideologi kebangsaan.
Ia menuturkan, generasi muda saat ini tumbuh dalam ruang digital yang nyaris tanpa batas sehingga memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi. Namun, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan agar tidak kehilangan jati diri.
“Generasi muda hari ini punya kemampuan berjejaring dan berkomunikasi di mana saja. Inilah alasan pentingnya penanaman nilai nasionalisme agar kemajuan teknologi tetap selaras dengan karakter kebangsaan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Garut berharap melalui kegiatan ini para pelajar semakin bijak dalam menggunakan media sosial, mampu menyaring informasi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan seminar diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan para pelajar guna memperdalam pemahaman mengenai peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar