Senin, 06 April 2026

RMP Dievaluasi Pemkot Bandung untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran bagi Siswa Rentan

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 04 Februari 2026 09:06 WIB
RMP Dievaluasi Pemkot Bandung untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran bagi Siswa Rentan
Siswa sekolah dasar di Kota Bandung mengikuti kegiatan sekolah, sebagai sasaran Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) untuk mendukung akses pendidikan bagi keluarga rentan. (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pendidikan memastikan Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) tetap berjalan pada 2026 untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), dengan sejumlah penyesuaian kebijakan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya.

Program ini difokuskan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan serta mencegah risiko putus sekolah.

Dilansir dari laman Diskominfo Bandung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengatakan RMP tetap menjadi salah satu instrumen perlindungan sosial sektor pendidikan, namun mekanisme penyalurannya kini diperketat agar lebih tepat sasaran.

“RMP masih berlaku seperti biasa untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, tapi ada evaluasi dari pelaksanaan 2025 sampai sekarang,” ujar Asep, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, RMP memberikan dukungan operasional sekolah sekaligus intervensi bagi siswa yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan. Namun, mulai 2026, skema bantuan yang sebelumnya disalurkan langsung kepada orang tua murid dihentikan.

Langkah tersebut diambil untuk mencegah tumpang tindih bantuan dengan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat.

“Yang RMP untuk keperluan murid yang diberikan langsung ke orang tua kami hentikan karena sudah ada Program Indonesia Pintar,” katanya.

Dari sisi anggaran, alokasi dana RMP pada 2026 mencapai hampir Rp40 M. Nilai ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mendekati Rp43 M. Meski demikian, jumlah penerima manfaat diperkirakan meningkat seiring bertambahnya kuota penerimaan peserta didik baru.

“Kalau peningkatan jumlah penerima pasti ada karena sejalan dengan penerimaan peserta didik baru,” ucap Asep.

Penyaluran dana RMP yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung kini diarahkan khusus untuk sekolah swasta. Sementara sekolah negeri telah didukung melalui skema pembiayaan pendidikan lainnya.

Untuk memastikan akuntabilitas, Dinas Pendidikan melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin. Penetapan penerima bantuan juga mengacu pada data Dinas Sosial yang diperkuat dengan basis data sosial ekonomi nasional, terutama kelompok masyarakat pada desil satu hingga desil lima.

Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan sebagian kecil penerima yang memanfaatkan bantuan tidak sesuai peruntukan, seperti pembelian perlengkapan di luar kebutuhan pendidikan.

“Walaupun tidak semuanya, ini menjadi bahan perbaikan ke depan,” ujar Asep.

Meski demikian, ia menegaskan mayoritas bantuan telah dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga penerima. Sejumlah orang tua murid juga mengapresiasi program tersebut karena membantu meringankan beban biaya pendidikan.

Dinas Pendidikan pun menegaskan dana RMP harus digunakan secara khusus untuk menunjang kegiatan belajar siswa dari keluarga kurang mampu.

“RMP ini amanat untuk membantu anak didik yang kurang mampu dan harus digunakan sesuai mekanisme,” tegasnya.

Dengan evaluasi dan penyesuaian kebijakan, Pemkot Bandung berharap program ini semakin efektif dalam menjaga keberlanjutan pendidikan bagi siswa rentan serta menekan angka putus sekolah di Kota Bandung. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
komentar
beritaTerbaru