Senin, 06 April 2026

Bukan untuk Menangkap, Polisi Mengajar Anak-Anak Puncak Jaya, Tawa Pecah di Kelas

GY Simanjuntak MSi - Selasa, 03 Februari 2026 09:00 WIB
Bukan untuk Menangkap, Polisi Mengajar Anak-Anak Puncak Jaya, Tawa Pecah di Kelas
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berinteraksi dan mengajar siswa SD Inpres Dondobaga, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (31/1/2026). (Dok/Humas Polri)

Puncak Jaya (buseronline.com) - Suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti halaman SD Inpres Dondobaga, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu pagi.


Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan dan sulitnya akses di wilayah pegunungan, kedatangan personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 membawa nuansa berbeda.


Jika biasanya polisi identik dengan tugas pengamanan, kali ini delapan personel Sektor IV Ops Damai Cartenz 2026 justru hadir sebagai “guru dadakan”. Dipimpin AKP I Putu Wardana SH, mereka turun langsung ke sekolah untuk memberikan sosialisasi penanaman nilai nasionalisme dan disiplin kepada para siswa.


Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT itu berlangsung akrab dan interaktif. Anak-anak tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan melalui metode cerita, tanya jawab, hingga permainan edukatif.


Di ruang kelas sederhana, para siswa diajak memahami arti bendera Merah Putih, pentingnya menempuh pendidikan, serta kebiasaan disiplin dalam kehidupan sehari-hari, seperti datang tepat waktu, menghormati guru, dan saling menghargai sesama teman.


Program tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis Operasi Damai Cartenz dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda Papua, sekaligus memperkuat pembentukan karakter sejak dini di tengah berbagai tantangan sosial.


Dilansir dari laman Humas Polri, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa membangun Papua yang damai tidak hanya dilakukan melalui pengamanan, tetapi juga lewat sentuhan pendidikan dan penanaman nilai kebangsaan.


“Anak-anak adalah masa depan Papua. Ketika sejak kecil mereka ditanamkan rasa cinta Tanah Air, disiplin, dan semangat belajar, maka kita sedang menyiapkan generasi yang kuat, cerdas, dan membawa kedamaian bagi daerahnya sendiri,” ujar Brigjen Pol Faizal.


Ia menambahkan, pendekatan kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang demi menciptakan stabilitas yang berkelanjutan di wilayah Papua.


“Kehadiran kami bukan semata soal keamanan, tetapi juga tentang membangun harapan. Polisi harus hadir sebagai sahabat anak-anak, memberi rasa aman sekaligus motivasi agar mereka berani bermimpi,” tambahnya.


Para guru dan siswa menyambut positif kegiatan tersebut. Anak-anak tampak berani bertanya, tertawa, bahkan berebut menjawab pertanyaan dari personel. Bagi mereka, momen itu menjadi pengalaman berbeda yang meninggalkan kesan mendalam.


Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menunjukkan bahwa menjaga keamanan Papua juga berarti menjaga masa depan generasinya, dimulai dari ruang-ruang kelas kecil di pelosok Puncak Jaya. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru