Minggu, 24 Mei 2026

Tips Didik Anak di Era Digital, Bunda PAUD Jateng Tekankan Empati, Komunikasi, dan Penguatan Rohani

Senin, 02 Februari 2026 09:06 WIB
Tips Didik Anak di Era Digital, Bunda PAUD Jateng Tekankan Empati, Komunikasi, dan Penguatan Rohani
Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan materi pendidikan anak di era digital dalam talkshow Forum Komunikasi Wali Murid SD Terpadu An Nismah, Margoyoso, Kabupaten Pati, Sabtu (31/1/2026). (Dok/Diskomdigi Jateng)

Pati (buseronline.com) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, membagikan pandangan dan tips mendidik anak di era digital dengan menekankan pentingnya empati, komunikasi positif, serta penguatan nilai-nilai rohani sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.


Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam talkshow yang digelar Forum Komunikasi Wali Murid SD Terpadu An Nismah di Margoyoso, Kabupaten Pati, Sabtu.


Menurut Nawal, pendidikan anak di milenium ketiga tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi digital. Namun, pemanfaatannya harus disertai pendampingan orang tua dan pendidik agar memberi dampak positif bagi tumbuh kembang anak.


“Kita ajarkan anak agar memiliki kecerdasan dalam menggunakan dunia digital, sehingga mampu berpikir kritis, memilah informasi yang benar dan hoaks. Jika informasinya tidak penting, cukup di-skip,” ujarnya di aula sekolah setempat.


Ia menjelaskan, literasi digital menjadi bekal penting agar anak tidak mudah terpengaruh arus informasi yang belum tentu benar. Selain itu, orang tua perlu menanamkan prinsip kehati-hatian serta nilai ketakwaan sebagai dasar pembentukan karakter.


Nawal menuturkan, pendidikan anak juga harus dibangun melalui komunikasi efektif, disiplin positif, dan pembelajaran reflektif, sebagaimana visi pendidikan yang diharapkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.


Komunikasi positif, kata dia, harus dilandasi empati, yakni kemampuan orang tua memahami perasaan anak tanpa menghakimi.


“Orang tua perlu menempatkan diri pada posisi anak. Dengan empati, anak akan merasa didengar dan dihargai,” jelasnya.


Sementara itu, disiplin positif bertujuan menumbuhkan motivasi internal sehingga anak melakukan aktivitas sehari-hari atas kesadaran sendiri, bukan karena paksaan. Pendekatan ini dinilai mampu membentuk anak yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.


Adapun pembelajaran reflektif dilakukan dengan mengajak anak berdiskusi mencari solusi atas kesalahan yang diperbuat.


“Supaya anak bisa berefleksi dan belajar dari setiap masalah yang dihadapi,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, dilansir dari laman Diskomdigi Jateng, Nawal juga membagikan tips mengoptimalkan bakat anak sejak dini. Orang tua dianjurkan mengamati hobi, minat, dan potensi anak, lalu mengarahkannya secara bertahap sesuai ketertarikan mereka.


Ia mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan keinginan pribadi atau ekspektasi berlebihan yang justru dapat menghambat perkembangan anak.


“Utamakan kebutuhan anak, bukan ego orang tua,” pesannya.


Sementara itu, Direktur LPT Sekolah An Nismah, Tutik Nurul Jannah, menyampaikan apresiasi atas materi yang dibagikan Nawal. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi motivasi bagi pendidik dan wali murid dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah dan suportif.


“Selain memberi motivasi pendidikan, kehadiran beliau juga mendorong kami, baik sebagai pendidik maupun penyelenggara, untuk lebih ramah dalam menyelenggarakan sistem pendidikan. Bagi kami, itu luar biasa,” pungkas Tutik. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kemendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Digitalisasi Wilayah 3T
Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
komentar
beritaTerbaru