Minggu, 12 Juli 2026

Bakti Desa Mahasiswa di Giriawas Didukung Pemkab Garut untuk Maksimalkan Manfaat

Kamis, 29 Januari 2026 06:18 WIB
Bakti Desa Mahasiswa di Giriawas Didukung Pemkab Garut untuk Maksimalkan Manfaat
Kepala Desa Giriawas Deni Sunjani memberikan sambutan pada penutupan Program Bakti Desa 2026 di Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Senin (26/1/2026). (Dok/Diskominfo Garut)

Garut (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Garut mendorong pemanfaatan berkelanjutan hasil Program Bakti Desa 2026 yang dilaksanakan mahasiswa di Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang. Program pengabdian masyarakat tersebut resmi ditutup pada Senin, dan diharapkan mampu menjadi solusi pembangunan berbasis kebutuhan riil warga desa.


Sekretaris Kecamatan Cikajang, Ratu Ayu Wira Pertiwi, mengapresiasi Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan Garut yang memilih Desa Giriawas sebagai lokasi pengabdian. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dijalankan mahasiswa terbukti menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


“Kami mengapresiasi kegiatan Bakti Desa ini karena programnya nyata dirasakan warga. Harapannya, apa yang sudah dilakukan mahasiswa bisa dilanjutkan oleh pemerintah desa agar manfaatnya berkelanjutan,” ujar Ratu Ayu.


Ia menilai sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa menjadi langkah positif dalam mempercepat pembangunan di tingkat desa, terutama melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat.


Dilansir dari laman Diskominfo Garut, Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani, mengatakan pihaknya terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, termasuk pengabdian mahasiswa. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga keterlibatan generasi muda.


“Konsep kami membangun desa melalui silaturahmi, kebersamaan warga, dan peran pemuda. Dengan pendekatan itu, kepercayaan sosial terbentuk sehingga program desa lebih efektif dijalankan,” kata Deni.


Ia menambahkan, hubungan yang erat antara mahasiswa dan masyarakat membantu memperkuat solidaritas sekaligus menghadirkan inovasi baru bagi pembangunan desa.


Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan Garut, Suni Subagja, menegaskan mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk turut menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di pedesaan.


Menurutnya, desa merupakan fondasi pembangunan nasional karena perubahan nyata berawal dari kebutuhan masyarakat di tingkat paling bawah.


“Mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat. Program Bakti Desa ini menjadi bentuk kontribusi nyata sekaligus melatih empati sosial,” ujarnya.


Suni berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai program tahunan semata, melainkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan sosial dan pembangunan Desa Giriawas.


Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan mahasiswa, Program Bakti Desa diharapkan menjadi model pengabdian yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan desa. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Dinkes Sumut Temukan Indikasi Gangguan Jiwa pada Warga Lewat Program Cek Kesehatan Gratis
KPK Perkuat Kapasitas Penyuluh Antikorupsi Lewat Pelatihan Public Speaking
Pemprov Sumut Targetkan 7,3 Juta Warga Nikmati Cek Kesehatan Gratis pada 2026
Jateng Perluas Pemanfaatan CNG, Presiden Prabowo Jadikan Percontohan Nasional
Rico Waas Dorong Promosi UMKM Medan Lewat Kunjungan Delegasi Korea Selatan
177 Guru Ikuti Upskilling dan Reskilling Vokasi Seni dan Budaya Gelombang II
komentar
beritaTerbaru