Jumat, 10 April 2026

Ungkapkan Program Prioritas 2026, Kemendikdasmen Alokasikan Rp52,12 T untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Minggu, 25 Januari 2026 09:18 WIB
Ungkapkan Program Prioritas 2026, Kemendikdasmen Alokasikan Rp52,12 T untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memaparkan program prioritas Kemendikdasmen Tahun Anggaran 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (Dok/Kemendikdasmen)

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memaparkan program prioritas Kemendikdasmen untuk Tahun Anggaran 2026 dengan pagu anggaran sebesar Rp52,12 T. Paparan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu.


“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak dan Ibu pimpinan serta anggota Komisi X DPR RI atas komitmen, dukungan, dan pengawalan yang telah diberikan, sehingga program-program prioritas Kemendikdasmen memperoleh keberpihakan penganggaran,” ujar Mendikdasmen, dilansir dari laman Kemendikdasmen.


Program prioritas Kemendikdasmen pada 2026 difokuskan pada Pendidikan Bermutu untuk Semua, meliputi:


1. Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan: Target 11.744 satuan pendidikan, dengan tambahan 60.000 satuan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).


2. Digitalisasi Pembelajaran: Menyasar 288.865 satuan pendidikan melalui pendampingan pemanfaatan perangkat pembelajaran dan konten digital, termasuk penambahan tiga papan interaktif digital (PID) per satuan pendidikan melalui ABT.


3. Pemerataan Akses Pendidikan: Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas hingga PAUD untuk 19,48 juta peserta didik dari keluarga kurang mampu, serta penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebanyak 191.697 anak. Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP juga akan dilaksanakan.


4. Peningkatan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pelatihan bagi 119.888 guru dan tenaga kependidikan, termasuk pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, STEM, Bahasa Inggris, literasi, numerasi, dan kepemimpinan sekolah. Pendidikan Profesi Guru (PPG) menargetkan 41.692 guru bersertifikat profesi, sementara Program Peningkatan Kualifikasi Guru S1/D4 akan menyasar 150 ribu guru. Insentif guru non-ASN dinaikkan menjadi Rp400 ribu per bulan untuk 798.905 guru.


5. Penguatan Karakter Peserta Didik: Kampanye Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), penguatan budaya belajar aman dan nyaman, Gerakan Rukun Sama Teman, dan layanan inklusivitas di sekolah melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.


6. Kebahasaan dan Literasi: Revitalisasi bahasa daerah bagi 7.755 orang serta pencetakan dan distribusi buku bacaan bermutu ke 27.627 satuan pendidikan SD dan SMP.


7. Sekolah Terintegrasi dan Bantuan Alat Tulis: Pengembangan sekolah terintegrasi di tingkat kecamatan dan bantuan buku tulis serta alat tulis bagi siswa kelas 1–3 SD.


Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mengapresiasi capaian Kemendikdasmen pada 2025 dan mendukung arahan direktif Presiden untuk 2026. “Ini menjadi tanggung jawab kita juga. Komisi X punya concern terhadap ini, supaya kami juga bisa mendapatkan banyak informasi nanti bagaimana upaya dan langkah-langkah yang bisa dikolaborasikan,” ujarnya.


Melalui perencanaan program prioritas dan pengelolaan anggaran yang terarah, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, dan memperkuat karakter peserta didik di seluruh Indonesia. Sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan memberikan dampak nyata bagi anak-anak Indonesia. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
Momen HUT ke-80 TNI AU, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur
PMI Siap Salurkan Bantuan untuk Warga Iran
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar
komentar
beritaTerbaru