Jakarta (buseronline.com) - Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri membuka ruang dialog dan partisipasi publik melalui Festival Komik Polisi Penolong 2026 yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu.
Kegiatan ini menjadi wadah masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, serta harapan terhadap kinerja kepolisian melalui pendekatan seni dan kreativitas.
Festival tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Baharkam Polri Komjen Pol Karyoto beserta jajaran, sekaligus menandai puncak rangkaian Lomba Komik Polisi Penolong 2026 yang telah berlangsung sejak akhir 2025.
Melalui medium komik dan karikatur, Polri berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menyerap aspirasi publik secara lebih terbuka dan konstruktif.
Dilansir dari laman Humas Polri, Kepala Baharkam Polri Komjen Pol Karyoto menjelaskan, festival ini dirancang sebagai sarana dialog dua arah antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, seni visual memiliki kekuatan menyampaikan pesan, kritik, dan harapan publik secara lugas namun tetap edukatif.
“Sejak beberapa bulan lalu, kami ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan masukan melalui media komik dan karikatur. Ini adalah bahasa yang dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Karyoto di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, komik mampu merepresentasikan realitas di lapangan secara jujur, termasuk kritik terhadap institusi kepolisian, namun disampaikan dengan cara yang lebih membangun. Hal tersebut dinilai penting untuk perbaikan kualitas pelayanan Polri ke depan.
“Kami ingin mengetahui harapan masyarakat agar ke depan kepolisian semakin baik dalam memberikan pertolongan dan pelayanan. Karena itu, sejak akhir tahun lalu Baharkam mencanangkan semangat hadir sebagai Polisi Penolong,” jelasnya.
Lebih lanjut, Karyoto menegaskan bahwa Polri terbuka terhadap kritik dan tidak menutup mata terhadap pelanggaran yang masih terjadi di internal institusi. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan serta berani menyampaikan laporan jika menemukan pelanggaran.
“Jika masih ada anggota yang melakukan pelanggaran, silakan dilaporkan, termasuk ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Ini menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan kepolisian semakin profesional dan berintegritas,” tegasnya.
Festival Komik Polisi Penolong 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan interaktif yang dapat diikuti masyarakat, mulai dari pameran karya komik dan karikatur bertema polisi humanis, lomba menggambar untuk anak-anak, dialog publik, hingga interaksi langsung dengan personel Polri.
Dalam rangkaian lomba komik tersebut, ratusan karya dari berbagai daerah di Indonesia telah masuk dan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari seniman dan komikus nasional Jan Praba, komikus digital nasional Wahyu Aditya, serta inisiator lomba Hasby Ristama. Dari ratusan karya tersebut, dewan juri akan menyeleksi sekitar 500 karya terbaik yang merepresentasikan semangat Polisi Penolong.
Melalui festival ini, Baharkam Polri berharap dapat membangun kepercayaan publik, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta menumbuhkan citra kepolisian yang lebih humanis, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar