Minggu, 24 Mei 2026

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Densus 88 AT Polri Sambangi SMA Muhammadiyah Batudaa

Minggu, 18 Januari 2026 06:22 WIB
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Densus 88 AT Polri Sambangi SMA Muhammadiyah Batudaa
Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri bersama guru dan ratusan siswa SMA Muhammadiyah Batudaa berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan di Gorontalo, Kamis (15/1/2026). (Dok/Humas Polri)

Gorontalo (buseronline.com) - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di SMA Muhammadiyah Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Kamis.


Kegiatan ini diikuti sekitar 750 siswa-siswi dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme (IRET).


Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dini yang dilakukan Densus 88 AT Polri guna membentengi generasi muda dari pengaruh paham-paham ekstrem yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Para siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya nasionalisme, toleransi, serta sikap cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.


Dilansir dari laman Humas Polri, Anggota Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, IPTU Teguh Pribadi SE, menegaskan bahwa intoleransi, radikalisme, dan terorisme merupakan ancaman nyata bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dapat menyasar siapa saja, termasuk kalangan pelajar.


“Intoleransi, radikalisme, dan terorisme adalah ancaman nyata bagi keutuhan bangsa dan negara. Karena itu, kita harus waspada dan meningkatkan kesadaran tentang bahayanya paham-paham tersebut, terutama di lingkungan sekolah,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri juga memaparkan sejumlah indikasi awal pelajar yang mulai terpapar paham radikalisme dan intoleransi. Di antaranya adalah menolak menyanyikan lagu Indonesia Raya, tidak mau hormat kepada bendera Merah Putih, serta menganggap simbol-simbol kebangsaan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan.


IPTU Teguh Pribadi menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan empat pilar kebangsaan sebagai dasar memperkuat karakter dan jati diri pelajar.


“Kita harus memahami empat pilar kebangsaan, yakni UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, agar kesadaran kita sebagai warga negara Indonesia semakin kuat,” tambahnya.


Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Acara ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk menjaga semangat nasionalisme, memperkuat karakter kebangsaan, serta menolak segala bentuk paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
komentar
beritaTerbaru