PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL)
Ekonomi satu jam lalu
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat tingkat kepuasan sivitas akademika terhadap layanan dan program riset mencapai 85,8 persen sepanjang Tahun 2025.
Capaian tersebut diperoleh dari hasil Survei Evaluasi Pelaksanaan Program Ditjen Risbang Tahun 2025 yang melibatkan 5.942 responden dari kalangan dosen, peneliti, serta pengelola riset dan pengembangan di perguruan tinggi.
Hasil survei tersebut dipaparkan dalam Forum Dialog Risbang Akhir Tahun 2025 yang diselenggarakan secara daring pada Rabu.
Berdasarkan perhitungan statistik terhadap populasi dosen di Indonesia, survei ini memiliki tingkat kepercayaan di atas 95 persen, bahkan mencapai 99 persen, dengan margin of error sebesar 1–2 persen. Responden mayoritas berasal dari perguruan tinggi akademik sebanyak 5.353 orang (90,0 persen) dan pendidikan vokasi sebanyak 589 orang (9,9 persen). Sebagian besar responden berasal dari perguruan tinggi swasta (PTS) sebesar 86 persen, disusul PTN Badan Hukum (PTNBH), PTN BLU, dan PTN Satker.
Dari sisi sebaran wilayah, responden terbanyak berasal dari Pulau Jawa sebesar 39,50 persen, diikuti Bali–Nusa Tenggara (21,37 persen), Sumatera (19,08 persen), Sulawesi–Maluku–Papua (17,20 persen), dan Kalimantan (2,84 persen).
Survei menunjukkan persepsi positif terhadap program Ditjen Risbang. Sebanyak 87,1 persen responden menilai program Ditjen Risbang relevan dengan kebutuhan riset dan pengembangan perguruan tinggi.
Sementara itu, 88,1 persen menyatakan program-program tersebut mendukung peningkatan kualitas riset, termasuk penguatan talenta, luaran, jejaring kolaborasi, serta dampak bagi masyarakat.
Dilansir dari laman Diktisaintek, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, mengatakan bahwa hasil survei ini menjadi cerminan capaian sekaligus umpan balik strategis untuk perbaikan ke depan.
“Hasil survei menunjukkan bahwa program dan layanan Ditjen Risbang telah berada pada jalur yang tepat dan dinilai relevan serta berdampak oleh pemangku kepentingan. Namun demikian, kami juga mencermati secara serius berbagai catatan perbaikan, khususnya terkait durasi program, penguatan komunikasi, serta perluasan akses dan partisipasi dalam program kolaborasi dan hilirisasi riset,” ujar Fauzan.
Dari aspek tata kelola, sebanyak 85,7 persen responden menilai mekanisme pelaksanaan program berjalan efektif, dan 80,5 persen menilai durasi pelaksanaan program sudah memadai.
Dampak program juga dirasakan secara nyata, dengan 87,7 persen responden menyatakan luaran program memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, institusi perguruan tinggi, serta masyarakat.
Penilaian terhadap layanan dan respons Ditjen Risbang tercatat sebesar 83,9 persen. Capaian ini didukung oleh koordinasi yang efektif dengan perguruan tinggi (85,6 persen) serta kualitas layanan administrasi dan sistem digital, seperti BIMA, SINTA, dan sistem hilirisasi, yang memperoleh penilaian 85,2 persen. Kanal komunikasi dan kecepatan respons terhadap kendala teknis maupun administratif juga dinilai berjalan baik.
Dari sisi pemahaman, tingkat pemahaman sivitas akademika terhadap program Ditjen Risbang mencapai 86,1 persen. Informasi program yang disampaikan melalui kanal resmi dinilai jelas dan memadai oleh 87,9 persen responden, sosialisasi program dinilai optimal (86,5 persen), panduan teknis mudah diakses (87,7 persen), serta arah kebijakan riset dan pengembangan dinilai jelas dan dapat dipahami (85,9 persen).
Komposisi responden didominasi oleh dosen dengan jabatan fungsional Lektor sebesar 49,3 persen, diikuti Asisten Ahli (20,5 persen) dan Lektor Kepala (15,8 persen). Sisanya terdiri atas Guru Besar dan dosen yang belum memiliki jabatan fungsional.
Dari sisi jabatan struktural, responden meliputi pimpinan LPPM/DRI/DKST/STP dan sejenisnya (17,6 persen), pimpinan fakultas atau dekanat (8,9 persen), pimpinan perguruan tinggi (8,0 persen), kategori lainnya (26,6 persen), serta responden tanpa jabatan struktural (39,0 persen).
Berdasarkan partisipasi program, Program Penelitian melalui sistem BIMA menjadi yang paling banyak diikuti dengan persentase 84,5 persen, disusul Program Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) sebesar 46,4 persen.
Adapun kebutuhan program ke depan masih didominasi oleh pendanaan riset kompetitif (79,9 persen) dan pendanaan pengabdian kepada masyarakat (68,9 persen), diikuti kebutuhan penguatan kolaborasi riset nasional dan internasional, hilirisasi riset, serta penguatan talenta.
Meski demikian, survei juga mengidentifikasi sejumlah area yang perlu terus diperkuat, antara lain penyesuaian durasi pelaksanaan program, penguatan kanal komunikasi dan kecepatan respons, serta optimalisasi perencanaan dan waktu sosialisasi program.
Selain itu, masih terdapat kesenjangan antara tingkat kebutuhan dan tingkat partisipasi pada beberapa program strategis, khususnya kolaborasi riset, hilirisasi, dan penguatan talenta.
Menutup Forum Dialog Risbang Akhir Tahun 2025, Fauzan menegaskan komitmen Ditjen Risbang untuk melakukan perbaikan berkelanjutan.
“Ke depan, Ditjen Risbang akan terus menyempurnakan perencanaan, memperkuat layanan Ldan sosialisasi, serta memastikan program riset dan pengembangan semakin adaptif, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi perguruan tinggi, masyarakat, dan pembangunan nasional,” pungkasnya.
Hasil survei ini akan menjadi dasar evaluasi dan penguatan kebijakan Ditjen Risbang guna memastikan pelaksanaan program, layanan, dan komunikasi semakin efektif dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. (R)
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL)
Ekonomi satu jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah
Pendidikan 2 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan kesiapan sektor peternakan dalam menghadapi Idul Ad
Kesehatan 3 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat kerja sama bilateral dengan Jepang dalam penin
Ekonomi 3 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia FAO memperingatkan potensi krisis pangan global akibat meningkatnya ketega
Ekonomi 4 jam lalu
Kupang (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti berbagai potensi kerawanan korupsi dalam pelaksanaan Seleksi Penerim
Hukum & Peristiwa 5 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menilai potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak opsen M
Ekonomi 6 jam lalu
Rembang (buseronline.com) Mulai 1 Juni 2026, layanan pemasangan ring jantung atau kateterisasi jantung (cath lab) di RSUD dr R Soetrasno R
Kesehatan 7 jam lalu
Tangerang (buseronline.com) Kemampuan bahasa asing kini semakin dipandang sebagai bekal utama bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Pendidikan 7 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Densus 88 Antiteror Polri memperkuat kolaborasi dalam upa
Hukum & Peristiwa 18 jam lalu