Minggu, 24 Mei 2026

Pemulihan Pascabencana Sumatera Diperkuat Lewat Kolaborasi Kemdiktisaintek dan Perguruan Tinggi

Senin, 29 Desember 2025 11:14 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera Diperkuat Lewat Kolaborasi Kemdiktisaintek dan Perguruan Tinggi
Tim relawan perguruan tinggi bersama LLDikti menata dan menyalurkan bantuan logistik di posko pengungsian bagi warga terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera, sebagai bagian dari dukungan pemulihan pascabencana yang dikoordinasikan Kementerian Pen
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus menggerakkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan sivitas akademika dalam penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, pemulihan sosial, hingga pembukaan akses wilayah terdampak.

Dilansir dari laman Diktisaintek, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk hadir langsung di lapangan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), perguruan tinggi berperan sebagai simpul koordinasi yang memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pemulihan pascabencana.

Di Sumatera Barat, tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Padang (UNP) melanjutkan kegiatan kunjungan lapangan ke sejumlah desa terdampak bencana di Kecamatan Tanjung Raya dan wilayah sekitar Kabupaten Agam.

Bantuan yang disalurkan mencakup logistik kebutuhan dasar, peralatan rumah tangga, perlengkapan pertanian, serta kebutuhan sandang, guna mendukung pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Sementara itu, di Aceh, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menghadirkan layanan mobile clinic di Kecamatan Muara Batu. Layanan kesehatan ini menyasar anak-anak dan ibu hamil dengan pemeriksaan oleh dokter spesialis anak dan spesialis gizi klinik.

Tim medis juga memberikan penanganan bagi anak dengan disabilitas serta kondisi genetik albinisme, disertai edukasi kepada orang tua terkait pola asuh, pencegahan infeksi, dan pemenuhan gizi seimbang.

Upaya pemulihan juga dilakukan melalui kerja kolaboratif lintas perguruan tinggi. Pada 24–26 Desember 2025, sebanyak 25 relawan dari Universitas Teuku Umar (UTU), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terjun langsung membuka akses jalan menuju lokasi pengungsian di daerah Pesantren, Bale Reje Kampung Pantan Kemuning, dan Kampung Tunyang.

Di lokasi tersebut, relawan mendirikan posko kesehatan darurat dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Di Sumatera Utara, Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII mengerahkan tim pelayanan kesehatan ke Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Sabtu (27/12/2025).

Tim memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan keluhan medis umum dan penyakit kronis, serta melakukan identifikasi kasus yang memerlukan rujukan lanjutan.

Selain itu, edukasi kesehatan dan dukungan awal pemulihan psikososial juga diberikan kepada warga pengungsian dan masyarakat sekitar.

Pemulihan infrastruktur turut menjadi perhatian dalam penanganan pascabencana. Di Aceh, Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, telah selesai dibangun dan mulai difungsikan pada 27 Desember 2025.

Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pemerintah daerah, guna memulihkan konektivitas serta memperlancar distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat.

Selain jalur darat, distribusi bantuan juga terus dilakukan melalui jalur udara ke wilayah terisolasi, disertai pembukaan posko kesehatan dan layanan trauma healing yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek.

Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan bencana secara menyeluruh, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan jangka menengah dan panjang.

Peran aktif perguruan tinggi diharapkan tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan kesehatan masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Upaya kolaboratif ini menunjukkan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak berhenti pada aspek akademik, melainkan hadir secara nyata dalam membantu masyarakat bangkit dan pulih pascabencana. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
BNPT dan Densus 88 Perkuat Sinergi Perlindungan Anak dan Literasi Digital untuk Cegah Radikalisme di Era Digital
Polri Perkuat Pelayanan Digital, Luncurkan SIM Digital hingga E-TLE Drone Mobile
PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2026, Duel Dua Raja Liga Eropa
Wabup Taput Resmi Buka Kejurnas Pacuan Kuda 2026 di Siborongborong
Pemko Bogor Fasilitasi 544 Warga Ikuti Pendidikan Gratis Lewat PKBM
Pengurus DPC GAMKI Taput Dilantik, Bupati JTP Hutabarat Soroti Tantangan Generasi Strawberry
komentar
beritaTerbaru