Minggu, 24 Mei 2026

Wagub Taj Yasin Tekankan Peran Generasi Z dalam Pelestarian Wayang dan Karawitan

Senin, 29 Desember 2025 09:18 WIB
Wagub Taj Yasin Tekankan Peran Generasi Z dalam Pelestarian Wayang dan Karawitan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen duduk bersama para pelajar dan penggiat seni saat menghadiri peringatan Ulang Tahun ke-4 Sanggar Seni Sindhu Laras Bocah di Sanggar Teater Lingkar, Kedungmundu, Kota Semarang, Sabtu (27/12/2025). (Dok/Humas Jat
Semarang (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk terus melestarikan seni budaya tradisional seperti wayang dan karawitan.

Dorongan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Ulang Tahun ke-4 Sanggar Seni Sindhu Laras Bocah di Sanggar Teater Lingkar, Kedungmundu, Kota Semarang, Sabtu.

“Saya berharap, semakin bertambah usianya, semakin bertambah pula peminatnya untuk nguri-uri atau melestarikan kebudayaan,” ujar Taj Yasin di sela-sela acara.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu mengapresiasi peran Sanggar Seni Sindhu Laras Bocah dan Teater Lingkar yang konsisten menanamkan kecintaan terhadap seni tradisi sejak usia dini.

Ia berharap, gerakan pelestarian karawitan dan wayang yang dilakukan sanggar tersebut dapat menginspirasi komunitas seni lainnya di seluruh Jawa Tengah.

Menurut Gus Yasin, minat generasi Z terhadap seni tradisional patut diapresiasi di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Ia menilai, kemajuan teknologi kerap membuat manusia semakin individualistis dan kurang berinteraksi secara sosial.

“Melalui kegiatan kesenian seperti ini, sifat manusia sebagai makhluk sosial dapat kembali tumbuh. Kebudayaan mengajarkan kita untuk saling menghormati, berpikir kritis, dan memberi masukan dengan cara yang beradab,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi seharusnya tidak menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Gus Yasin juga menyoroti meningkatnya jumlah peserta didik di Sanggar Seni Sindhu Laras Bocah serta adanya pagelaran rutin wayang pada Malam Jumat Kliwon.

Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi menarik minat masyarakat yang lebih luas, bahkan dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya bertaraf internasional dari Kota Semarang.

“Saya lihat siswanya semakin bertambah banyak. Ada juga pagelaran Malam Jumat Kliwon, harapannya ke depan bisa menjadi magnet wisata budaya, tidak hanya nasional, tapi juga internasional,” ungkapnya.

Dilansir dari laman Humas Jateng, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyampaikan kebanggaannya atas keberadaan pagelaran wayang Malam Jumat Kliwon yang digelar oleh Teater Lingkar dan Sanggar Seni Sindhu Laras Bocah. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi identitas budaya yang berharga bagi Kota Semarang.

“Pemerintah Kota Semarang memberikan dukungan penuh kepada Teater Lingkar yang terus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sendiri kepada murid-muridnya. Terima kasih kepada anak-anak semua, teruslah berlatih dan tunjukkan kemampuan kalian melalui karya-karya terbaik,” ujar Iswar.

Peringatan HUT ke-4 Sanggar Seni Sindhu Laras Bocah ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama antara pemerintah daerah, pelaku seni, dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan seni budaya tradisional Jawa Tengah di tengah tantangan zaman. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
KPK Soroti Risiko Korupsi SPMB 2026/2027, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan
komentar
beritaTerbaru